Menko Airlangga: Presiden Jokowi Ingin Pasar CPO di Turki Kembali Naik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah Indonesia ingin pasar kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) di Turki naik. Hal ini diciptakan dengan akselerasi Indonesia-Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT CEPA).

Hal itu disampaikan Airlangga dalam keterangan usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Roma, Italia.

"Terkait dengan Indonesia-Turki CEPA, kita ketahui bersama sebelumnya CPO Indonesia punya pasar besar di Turki. Namun, pasar ini turun sehingga untuk mengembalikannya kita perlu akselerasi," ujar Airlangga dikutip dari Antara, Minggu (31/10/2021).

Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pada kesempatan itu Presiden Jokowi menyampaikan akan menugaskan Menteri Perdagangan RI untuk menangani persoalan tersebut.

Berkaitan dengan rencana peluncuran mekanisme strategis tingkat tinggi kedua negara, dia mengatakan bahwa kedua pemimpin sepakat akan menugaskan menteri luar negeri masing-masing untuk melakukan pembahasan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ke Indonesia

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu di sela acara KTT G20 di Italia. (Foto: Sekretariat Presiden)
Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu di sela acara KTT G20 di Italia. (Foto: Sekretariat Presiden)

Dijadwalkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkunjung ke Indonesia sekitar Januari atau Februari 2022.

Presiden Jokowi menyampaikan kepada Erdogan bahwa dirinya menantikan kunjungan tersebut. Jokowi yakin kunjungan itu akan mempererat hubungan Indonesia dengan Turki.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel