Menko Airlangga Sebut Proses Pemulihan Ekonomi Butuh Kerja Sama Pentahelix

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah tengah berupaya menjaga momentum pemulihan ekonomi. Di sisi lain, pemulihan yang kuat merupakan pemulihan yang inklusif, dan ekonomi yang kuat adalah ekonomi yang mampu bertransformasi.

Demi mencapai hal tersebut pemerintah butuh dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan dalam skema pentahelix, termasuk keterlibatan para kalangan akademisi.

“Saya yakin kolaborasi yang baik dapat meningkatkan ketahanan ekonomi kita dan disaat yang sama akan mengakselerasi momentum pemulihan ekonomi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam dalam acara 7th Sriwijaya Economics, Accounting, and Business Conference (SEABC) 2021, Jakarta, Rabu, (16/11/2021).

Menko Airlangga melanjutkan, tren kasus Covid-19 varian delta yang mengalami penurunan pada Juli 2021. Hal ini membuat masyarakat mulai percaya diri dalam meningkatkan mobilitas.

Tingginya pergerakan manusia tersebut mampu menggerakkan ekonomi nasional pada kuartal III menjadi tumbuh sebesar 3,51 persen (yoy).

Pertumbuhan positif yang terjadi pada berbagai sektor, diantaranya manufaktur, pertambangan, retail, dan konstruksi menciptakan optimisme bahwa pemulihan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut.

Airlangga menilai, kalangan akademisi berperan penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif dalam menghadapi perubahan.

Indonesia diproyeksikan memasuki era bonus demografi pada tahun 2030 dengan angkatan kerja produktif akan mencapai 64 persen dari total populasi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mesin Pertumbuhan Baru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Industri berbasis teknologi dan digital di ekspektasikan akan menjadi mesin pertumbuhan baru yang membutuhkan kemunculan para technopreneur kompetitif serta SDM bertalenta digital. Dalam 15 tahun ke depan, diperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital.

"Pemerintah berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh para generasi muda untuk mengoptimalkan kreatifitas, inovasi, dan menggali potensi diri untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan," tuturnya.

Pemerintah juga telah melakukan terobosan melalui Program Kartu Prakerja. Program ini diklaim Airlangga terbukti memiliki dampak positif bagi para peserta. Hasil survey dari berbagai lembaga mengungkap, Program Kartu Prakerja dapat meningkatkan keterampilan, modal kerja, dan daya beli para pesertanya.

Sebagai informasi, kegiatan 7th SEABC 2021 merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya mempertemukan para akademisi, praktisi, dan para pengambil kebijakan dari berbagai negara dan perguruan tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi tantangan global.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel