Menko Airlangga: Sektor Pertanian Paling Tangguh saat Pandemi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, perekonomian Indonesia dari sisi lapangan usaha, 64,13 persennya berasal dari sektor pertanian, industri, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

Namun dari kelima sektor tersebut, Airlangga menyebut hanya sektor pertanianlah yang masih mengalami laju pertumbuhan positif sebesar 2,15 persen secara year-on-year (yoy).

"Sektor pertanian tetap tangguh selama pandemi COVID-19, dengan kontribusi nilai ekspor mencapai US$0,4 miliar atau 3 persen dari total ekspor Indonesia," kata Airlangga dalam acara 'Silaturahmi Peternak dan Kampanye Makan Ayam dan Telur', di IPB International Convention Center, Bogor, Kamis 3 Juni 2021.

Baca juga: Giant Tutup Juli 2021, Fitch Ungkap Potensi Persaingan Hypermarket

Airlangga memastikan, ekspor sektor pertanian juga mengalami kenaikan signifikan 16,2 persen (yoy) dan 20,8 persen secara month-to-month (MtM) di masa pandemi COVID-19. Karenanya, dia pun menegaskan bahwa pemerintah telah berkomitmen menguatkan ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan.

"Pemerintah telah menyiapkan stimulus ekonomi untuk menyokong sektor pertanian dan perikanan," ujarnya.

Secara khusus, stimulus dan insentif yang dikeluarkan untuk tetap menjaga kinerja di sektor pertanian dan perikanan, antara lain melalui: 1) Program Padat Karya Pertanian; 2) Program Padat Karya Perikanan; 3) Banpres Produktif UMKM Sektor Pertanian; 4) Subsidi Bunga Mikro/Kredit Usaha Rakyat; 5) Dukungan Pembiayaan Koperasi dengan Skema Dana Bergulir.

Khusus untuk industri perunggasan, Airlangga menerangkan bahwa industri ini merupakan salah satu industri yang telah mengakar dan menjadi budaya masyarakat, untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Dia berjanji bahwa pemerintah pun akan mendorong hilirisasi di industri perunggasan, yang akan sangat membantu peternak dengan peningkatan konsumsi yang akan mendongkrak permintaan daging ayam dan telur.

Dengan peningkatan konsumsi daging dan telur ayam ras, maka optimalisasi sumber daya produksi dapat dilakukan dan diharapkan peternak ayam nantinya bisa lebih sejahtera.

"Ke depan, ayam maupun telur diharapkan bisa menyelesaikan persoalan kebutuhan gizi yang dapat mendorong imunitas dan pencegahan COVID-19," ujar Airlangga.

Dalam kunjungan kerja ke Bogor hari ini, Menko Airlangga juga mendatangi Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, sebagai salah satu bagian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan selesai tahun 2021 ini.

Sebagai bendungan kering (dry dam) pertama di Indonesia, progres pembangunan fisik Bendungan Sukamahi telah mencapai 75 persen. Dengan estimasi volume total tampungan 1,7 juta m3, bendungan ini diharapkan mampu mereduksi banjir Ibu Kota sebesar 12 m3 per detik. "Bendungan Sukamahi ini tentunya diharapkan mampu memberikan peran strategis, baik dalam perspektif mitigasi bencana maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Airlangga.

Dia juga berpesan agar usaha mitigasi bencana banjir ini sejalan dengan rekomendasi kebijakan dari Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional.

"Kita telah menetapkan bersama bahwa salah satu rekomendasi kebijakan Dewan SDA Nasional adalah terkait upaya penyusunan strategi, program, dan kegiatan pengurangan risiko banjir," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel