Menko Airlangga Tegaskan Komitmen RI Genjot Ekonomi Hijau

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia terkait pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development.

Komitmen itu disampaikan saat memberi sambutan di Webinar bertajuk 'Dasgupta Review on the Economics of Biodiversity' yang diselenggarakan secara virtual oleh Kedutaan Besar Inggris di Indonesia. Acara ini dihadiri Pangeran Charles, Putra Mahkota Kerajaan Inggris, dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia (RI) dan Timor Leste, Owen Jenkins.

"Indonesia senantiasa berkomitmen melindungi eksistensi keanekaragaman hayati yang ada di nusantara, tanah Indonesia sebagai aset di masa kini dan masa depan," kata Airlangga dalam telekonferensi, Kamis 8 April 2021.

Airlangga menjelaskan, Indonesia merupakan bagian dari warga dunia yang harus terlibat aktif dalam menjaga pelestarian lingkungan. Transformasi ekonomi harus terus dilakukan tanpa membahayakan bumi, sumber daya alam, dan juga keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya.

Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), Paris Agreement, dan akan melanjutkan Post-2020 Biodiversity Framework. Sejak ditunjuk menjadi Co-Chairs of the UN High-Level Panel of Eminent Persons on Post-2015 Development Agenda, Indonesia melanjutkan kepemimpinan dan kontribusinya dengan memformulasikan konsep baru untuk pembangunan dunia.

Pada level nasional, lanjut Airlangga, Pemerintah memproduksi peta jalan untuk mengurangi kemiskinan, melindungi keanekaragaman hayati, menghentikan pengaruh dari perubahan iklim. Serta melanjutkan aktivitas pembangunan yang berkelanjutan.

Baca juga: Seluruh Moda Transportasi Dilarang Beroperasi Pada Masa Mudik Lebaran

"Caranya dengan menyusun Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP). Peran Indonesia sebagai 'paru-paru dunia', juga berkontribusi terhadap usaha untuk Post-2020 Biodiversity Framework, dan juga didorong untuk menggunakan area konservasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan, seperti ecotourism dan pengembangan tanaman obat dan bahan-bahan generik lainnya," tambahnya.

Selain itu, Airlangga juga memastikan bahwa Pemerintah Indonesia akan menunjukkan komitmennya dengan melakukan reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja. Untuk, menyelesaikan berbagai permasalahan dan isu-isu lingkungan dan kehutanan.

Pemerintah juga berharap akan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Yakni dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara lingkungan dan dinamika sosial-budaya yang ada.

UU Cipta Kerja ditegasknannya, juga menunjukkan keseriusan dan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengutamakan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan tetap memberikan perlindungan terhadap hutan dan lingkungan dalam melakukan pembangunan yang berkelanjutan.