Menko Airlangga: UMKM Digital Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berkomitmen untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menuju digital. Sebab pertumbuhan UMKM digital, diyakini akan ikut berperan dalam pemulihan ekonomi nasional.

"Pemerintah memandang UMKM digital sebagai kunci pemulihan ekonomi," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Percepatan Digitalissasu Ekonomi dan Keuangan Indonesia di Masa Pandemi, Rabu (28/4).

Menko Airlangga menyebut, untuk mendorong pelaku UMKM untuk on board ke platform digital bisa dimulai melalui program Bangga Buatan Indonesia. Dimana hingga tahun 2020 sudah terdapat 11,7 juta UMKM onboarding dan diharapkan di tahun 2030 jumlah UMKM yang go digital mampu menembus 30 juta.

Selanjutnya, di dalam pengembangan ekonomi digital pemerintah juga telah menyiapkan beberapa strategi. Strategi ini akan memanfaatkan tiga pilar. Pertama fondasi ekonomi untuk wujudkan ekonomi digital yang terdepan, kedua mendorong inklusivitas, dan ketiga mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pemerintah juga akan memberi dukungan dalam pembangunan infrastruktur digital, untuk menciptakan iklim inovasi yang baik. Undang-Undang Cipta Kerja juga akan mengakomodasi upaya pengembangan ekonomi digital, antara lain melalui pengaturan tentang perluasan pembangunan infrastruktur broadband, tarif batas atas dan bawah untuk melindungi kepentingan masyarakat dan persaingan usaha yang sehat.

"Tentu persaingan usaha yang sehat ini akan mendorong peran KPPU agar lebih aktif dan memonitor perkembangan ekonomi digital di Indonesia dan khususnya e-commerce," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Realisasi PEN UMKM Baru Capai Rp 37,71 Triliun hingga Pertengahan April 2021

Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Generalized System of Preference (GSP) atau fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk memungkinkan produk UMKM lebih banyak diekspor ke Amerika Serikat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Generalized System of Preference (GSP) atau fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk memungkinkan produk UMKM lebih banyak diekspor ke Amerika Serikat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sekretaris Menteri Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mencatat, realisasi dukungan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sudah mencapai Rp37,71 triliun. Angka ini baru sekitar 19,7 persen dari pagu ditetapkan senilai Rp191,3 triliun.

"Kalau kita lihat memang realisasinya sampai dengan pertengahan April kemarin untuk program dukungan UMKM dan korporasi ini memang baru 19,7 persen atau sekitar Rp37,71 triliun," ujarnya dalam webinar Pemulihan Ekonomi untuk Sektor UMKM Nasional, secara virtual, Rabu (28/4)

Dia merinci beberapa program utama di dalam program PEN untuk dukungan UMKM yang sudah terelaisasi adalah bantuan produktif untuk usaha mikro. Dukungan ini sudah disalurkan mencapai Rp7,91 triliun atau sekitar 61,1 persen dari pagu sebesar Rp12,96 triliun

Kemudian untuk UKMK dan korporasi baru tersalurkan sebanyak Rp35 miliar. Jumlah ini masih sedikit atau baru 4,1 persen dari total pagu sebesar Rp8,51 triliun. Serta penempatan dana ujtuk merestrukturisasi kredit perbankan sudah tersalurkan Rp29,45 triliun. Angka ini setara dengan 44 persen dari total pagu Rp66,99 triliun.

"Ini berharap pemerintah melalui program PEN ini bisa betul-betul mendorong UMKM untuk bisa pulih di dalam masa pandemi," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Dari 64 Juta UMKM, Baru 18 Persen yang Masuk Platform Digital

BRI telah melakukan restrukturisasi terhadap lebih dari 134 ribu pelaku UMKM yang terdampak COVID-19 di Indonesia.
BRI telah melakukan restrukturisasi terhadap lebih dari 134 ribu pelaku UMKM yang terdampak COVID-19 di Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi pameran virtual InaFashion Smesco Online Expo 2021 yang berlangsung pada 21-30 April 2021.

Mengingat, pameran hasil kolaborasi antara Smesco Indonesia dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) ini dinilai mampu membangkitkan kembali kinerja UMKM sektor fashion di tengah pandemi Covid-19.

"Ini adalah bentuk dukungan kepada UMKM, khususnya di bidang fesyen dan pendukungnya, untuk bangkit kembali menjalankan usahanya sehingga mampu berkontribusi pada perekonomian nasional," kata Teten dalam acara Opening Ceremony InaFashion Smesco Online Expo 2021 di Jakarta, Rabu (21/4).

Menurut Teten, di tengah pandemi Covid-19, para pelaku UMKM tidak boleh kehilangan kreativitas. Apalagi pemerintah serius untuk mengupayakan berbagai kegiatan ekonomi berjalan di tengah pandemi dengan tetap menjalankan secara ketat penerapan protokol kesehatan. Termasuk pameran virtual InaFashion Smesco Online Expo 2021.

Sebab, UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi. Pelaku usaha yang cepat beradaptasi dalam mengikuti perubahan dan membaca permintaan pasar, serta beralih dari konvensional menjadi digital, terbukti mampu bertahan di tengah masa pandemi ini.

Berdasarkan data Katadata, tahun 2020 terdapat kenaikan nilai transaksi e-commerce sebesar 29,6 persen yaitu dari Rp205,5 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp266,3 triliun di tahun 2020.

"Meskipun demikian, baru 18 persen UMKM onboarding dalam platform digital dari total populasi UMKM yang sebanyak 64,2 juta," ungkap Teten.

Oleh karena itu, Teten menilai, acara seperti InaFashion menjadi sangat penting menjadi alternatif untuk mendongkrak penjualan produk UMKM fesyen. Bahkan, menjadi penting bagi industri nasional.

"Kami ingin dari Smesco menjadi warehouse produk UMKM. Saatnya sekarang kita mulai kembali menampilkan produk lokal," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya tengah menyiapkan skema pembiayaan yang memungkinkan UMKM bisa meningkatkan kapasitas produksi. Pemerintah tengah menyiapkan skema baru pembiayaan untuk mempercepat UMKM naik kelas.

"KemenkopUKM menargetkan rasio kewirausahaan Indonesia pada 2021 sebesar 3,55 persen dan 3,94 persen di tahun 2024 melalui penciptaan wirausaha muda atau milenial yang inovatif, berkelanjutan, dan menciptakan lapangan pekerjaan dalam satu ekosistem," tukasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: