Menko Kemaritiman dan Investasi bahas potensi ekonomi Malang Raya

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pembahasan terkait berbagai potensi ekonomi yang ada di wilayah Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang, atau yang biasa dikenal sebagai kawasan Malang Raya.

Luhut mengatakan bahwa sinergitas pemerintah daerah Malang Raya saat ini sudah berjalan dengan baik. Diharapkan, sinergi tersebut bisa terus dipelihara agar para investor tidak ragu untuk berinvestasi di wilayah tersebut.

"Saya percaya spirit di Malang Raya, kerukunan bisa dipelihara, sehingga suasana tenang. Dengan suasana tenang, maka orang akan datang untuk berinvestasi ke sini," kata Luhut, di Kota Batu, Jawa Timur, Senin.

Luhut menjelaskan, wilayah Malang Raya merupakan wilayah yang memiliki potensi tinggi, dan bisa didorong untuk kedepannya. Hal tersebut, juga didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Selain itu, lanjut Luhut, keberadaan perguruan tinggi yang ada di wilayah Kota Malang, nantinya juga akan mampu mengoptimalisasi potensi Malang Raya, seperti pada sektor pertanian, dan pariwisata.

Namun, lanjut Luhut, potensi yang dimiliki oleh tiga daerah tersebut, harus dibarengi dengan sinergitas antar kepala daerah yang ada. Menurut Luhut, sinergitas kepala daerah merupakan kunci untuk pembangunan Malang Raya.

"Para wali kota, dan bupati bersinergi. Saya kira itu hal yang sangat baik, dan yang perlu kita dorong kedepan," kata Luhut.

Menurut Luhut, di wilayah Malang Raya, keberadaan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di wilayah tersebut menjadi tulang punggung perputaran ekonomi. Pelaku UMKM tersebut, harus didorong untuk tumbuh memanfaatkan platform digital.

Luhut menambahkan, tanpa adanya sinergi dari tiga kepala daerah di Malang Raya, maka pembangunan tidak akan berjalan optimal. Sinergi yang ada saat ini, diharapkan bisa terus dipelihara, dan ditingkatkan untuk kedepannya.

"Sinergi adalah sesuatu yang baik, dan perlu didorong kedepannya. Sementara sektor UMKM, itu merupakan tulang punggung perekonomian, dan harus dihidupkan melalui platform digital," kata Luhut.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wali Kota Malang Sutiaji, Bupati Malang M Sanusi, dan perwakilan investor di wilayah Malang Raya tersebut, ditujukan untuk pemaparan potensi yang ada di wilayah Malang Raya kepada Menko Marves.

Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, diantaranya adalah pelebaran jalan Pendem-Batu, dan pembangunan kereta gantung yang merupakan mega proyek di wilayah Kota Batu.

Sementara di Kota Malang, beberapa poin yang dibahas adalah potensi pariwisata perkotaan, yang dikemas dalam konsep kampung tematik, wisata heritage, serta wisata edukasi, dan inovasi. Kunjungan wisatawan di Kota Malang selama pandemi COViD-19, anjlok 66 persen.

Pada wilayah Kabupaten Malang, beberapa potensi yang dibahas antara lain adalah perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, potensi sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

Salah satu kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Malang terkait potensi sektor pertanian, dan perikanan tersebut, adalah perlunya pabrik pengolahan, dan akses untuk pasar ekspor.

Baca juga: Malang Raya paparkan potensi daerah ke Menko Kemaritiman dan Investasi
Baca juga: UMKM di Kota Malang diharapkan pandai manfaatkan peluang
Baca juga: BI Malang tambah 46,84 persen ketersediaan uang kartal untuk Lebaran