Menko Luhut Bongkar Kunci Indonesia Bisa Bertahan dari Pandemi Covid-19

Merdeka.com - Merdeka.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi pada 2022 meluluhlantakkan ekonomi negara-negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Hanya saja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menilai Dana Desa memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan ekonomi nasional, terutama saat pandemi Covid-19.

"Saya waktu selesai Covid-19 bertanya kenapa sih ekonomi kita hebat? ternyata village fund yang kita bikin hampir Rp500 triliun selama 7 tahun itu berdampak kepada 74.000 desa itu membuat ekonomi resilience," ujar Luhut saat menyampaikan sambutan dalam Indonesian Fintech Summit yang ke-4 di Bali, Kamis (10/11).

Setiap desa, per tahunnya menerima sekitar USD 1 miliar. Dengan uang tersebut, perputaran ekonomi di Indonesia terus bergerak secara merata. Hal itulah yang kemudian menurut Luhut menjadi faktor besar terhadap resiliensi ekonomi Indonesia saat seluruh negara terhantam pandemi Covid-19.

Di tengah peran besar Dana Desa terhadap ketahanan ekonomi Indonesia, Luhut kemudian melontarkan sindiran terhadap sejumlah ekonom yang mengkritik keras terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

"Jadi Dana Desa itu berpengaruh luar biasa, banyak yang tidak tahu pengamat-pengamat ekonomi itu tidak paham," ucapnya.

Dia pun berharap terhadap seluruh Fintech resmi yang telah terdaftar di Indonesia memberi perhatian khusus terhadap desa-desa dalam mengelola Dana Desa.

Taget Pendapatan per Kapita

Di kesempatan yang sama ia juga menargetkan, pendapatan Indonesia mencapai USD10.000 per kapita di tahun 2030. Bahkan, menurutnya angka tersebut masih dapat berpotensi tumbuh lebih besar.

"Kita mimpi di tahun 2030 income nanti USD10.000 per kapita dan menurut saya angka itu bisa lebih, nanti saya akan jelaskan kenapa itu bisa lebih." ucap Luhut.

Saat menyampaikan sambutannya, Luhut juga menampilkan materi pemaparan yang menunjukan pendapatan Indonesia per kapita.

Dalam pemaparannya menunjukan pendapatan Indonesia per kapita saat ini masih berada di USD 4.225, sementara nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia USD 1,3 triliun. Ungkapan optimisme kembali disampaikan Luhut, saat menargetkan PDB Indonesia pada 2030 mencapai USD 3,5 triliun.

Namun, untuk mencapai target tersebut syarat yang perlu dipenuhi adalah konsistensi pembangunan.

"Saya percaya 2030 GDP kita bisa USD3,5 triliun atau lebih dari itu, kalau konsistensi pembangunan kita itu bisa tetap 5,3 atau 5,7 persen," ucapnya. [idr]