Menko Luhut: Investor Asing Percaya Performa Ekonomi Kita, Terbukti di Pasar Modal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, investor asing perlahan sudah mulai menaruh kepercayaan lebih besar terhadap Pasar Modal Indonesia.

Menurut dia, kepercayaan tersebut menunjukan bahwa kerja keras pengendalian pandemi Covid-19 telah berhasil dan diyakini oleh pihak luar.

"Hal ini menunjukkan bahwasanya kepercayaan investor asing terhadap performa ekonomi di Indonesia, yang juga merupakan hasil dari kerja keras pengendalian dan pemulihan atas pandemi Covid-19 sangatlah penting," ujarnya, Kamis (14/10/2021).

Menko Luhut menyoroti aktivitas investor asing di Pasar Modal Indonesia, dimana hingga Oktober 2021 tercatat besaran net inflow (MTD) senilai minus Rp 3 triliun. Itu jauh lebih rendah dibandingkan Juli 2021 yang nilainya mencapai minus Rp 27 triliun, yang kebanyakan disebabkan outflow di bidang obligasi pemerintah.

"Sedangkan di sisi saham, secara rata-rata bulanan masih mencatatkan pembelian bersih sejak Mei 2021," terang Luhut.

Luhut lantas menggarisbawahi, bahwa pemerintah dan masyarakat tidak dapat melarikan diri dari tantangan global yang akan semakin kompleks dan dinamis selepas masa pandemi ini.

"Maka dari itu, kita perlu terus beradaptasi dan mengenali peluang dari setiap tantangan. Hal ini terutama perlu di sektor pasar modal yang krusial demi perekonomian," imbuhnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Transaksi Harian Perdagangan BEI Tertinggi di ASEAN

Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, penyesuaian tersebut salah satunya yakni terkait pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan operasional Bursa. Termasuk dalam hal pelaksanaan kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal.

"Sangat membanggakan, di tengah tantangan tersebut kita bisa mencapai hasil-hasil yang sangat baik. Salah satunya dalam hal penambahan jumlah investor, perusahaan tercatat maupun aktivitas perdagangan,” kata Inarno dalam Pembukaan CMSE 2021, Kamis (14/10/2021).

Inarno mengatakan, jumlah investor saham atau SID baru terus meningkat dalam delapan bulan terakhir 2021. Bahkan telah mencapai rekor baru yaitu sebanyak 1 juta investor saham baru.

"Hal ini patut kita syukuri dan kita banggakan karena antusias dari masyarakat untuk berinvestasi dan menjadi bagian dari pasar modal masih sangat tinggi," imbuhnya.

Berdasarkan data KSEI per 30 September 2021, SID pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 6,4 juta SID. Termasuk di dalamnya adalah 2,9 juta SID saham.

Tidak hanya investor saja yang bertambah. Per 30 September 2021, jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia juga mengalami peningkatan menjadi 750 perusahaan tercatat dengan penambahan baru sebanyak 38 perusahaan tercatat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel