Menko Luhut Jabarkan Manfaat Kehadiran Pelabuhan Patimban

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan berbagai manfaat dengan adanya Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Salah satu manfaat tersebut adalah penurunan biaya logistik.

Menurut Luhut, manfaat pertama Pelabuhan Patimban diyakini akan menjadi pendongkrak ekonomi wilayah Subang dan sekitarnya. "Pembangunan Pelabuhan Patimban ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang diharapkan juga dapat menjadi stimulator pengembanganan ekonomi wilayah di daerah Subang," ujar Luhut dalam webinar bertajuk Kaleidoskop 2020, Selasa (29/12/2020).

Kemudian, kehadiran pelabuhan berstandar internasional ini juga dinilai akan mengurangi lalu lintas kendaraan pengangkut barang menuju wilayah ibu kota. "Karena tidak semua lagi akan melalui Pelabuhan Tanjung Priok," jelas dia.

Selain itu, operasional pelabuhan termegah di Provinsi Jawa Barat ini juga efektif untuk menurunkan biaya angkut logistik. "Mengingat Pelabuhan Patimban ini dapat memangkas waktu distibusi dari kawasan industri ke pelabuhan, khususnya yang berada di sebelah timur Jakarta," paparnya.

Oleh karena itu, pemerintah berencana akan mengintegrasikan Pelabuhan Patimban dengan Tanjung Priok dan Pelabuhan di Banten untuk memperluas manfaat nyata atas kehadiran tol laut bagi masyarakat. Khususnya dalam menciptakan disparitas harga antar wilayah di Indonesia.

"Dengan adanya kapal secara rutin, dan terjadwal yang berlayar dari Indonesia barat hingga timur nanti akan dikoordinasikan dengan ketat lintas kementerian. Diharapkan dapat menjaga ketersediaan barang dan dapat menurunkan disparitas harga bahan pokok di daerah tertinggal dan perbatasan," ujar dia mengakhiri.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Pelabuhan Patimban Mainkan Peran Penting dalam Pertumbuhan Ekonomi

Pelabuhan Patimban resmi beroperasi dan langsung melayani kegiatan ekspor perdana produk otomotif sebanyak 140 unit kendaraan. (Foto: Kemenhub)
Pelabuhan Patimban resmi beroperasi dan langsung melayani kegiatan ekspor perdana produk otomotif sebanyak 140 unit kendaraan. (Foto: Kemenhub)

Sebelumnya, PT PP (Persero) Tbk telah menyelesaikan pembangunan salah satu Proyek Starategis Nasional (PSN) Pelabuhan Internasional Patimban Fase 1.

Soft launching dan pengoperasian perdana Pelabuhan Internasional Patimban pun telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu, 20 Desember 2020 secara virtual dari Istana Negara di Bogor Jawa Barat.

Sedangkan, acara soft launching dan pengoperasian perdana Pelabuhan Internasional Patimban yang dipusatkan di lokasi proyek dihadiri secara langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang turut hadir secara langsung mewakili Pemerintah.

“Perseroan bersama perusahaan konstruksi lainnya merasa bangga dapat menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban Fase 1 tepat waktu. Proyek yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional tersebut memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat. Untuk terus mendukung program Pemerintah, Perseroan berharap dapat terus dipercaya dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia,” ujar Direktur Utama PTPP Novel Arsyad dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Senin 21 Desember 2020.

PTPP ditunjuk untuk mengerjakan 3 paket dari pembangunan dan pengembangan proyek pelabuhan tersebut. Paket 1, Konstruksi Terminal dimana Peraseroan membentuk Konsorsium bersama Penta-Rinkai-TOA-WIKA dengan total nilai kontrak sebesar Rp. 6 triliun.

Kemudian, Paket 3 yaitu Jembatan Penghubungan dimana Perseroan Joint Operation bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (“WIKA”) dengan total nilai kontrak sebesar Rp. 524 miilar

Serta Paket 4, yaitu Access Roaddimana Perseroan membentuk Joint Venture bersama Shimizu–BCK dengan total nilai kontrak sebesar Rp. 1,12 triliun.

Proyek pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat ini akan menjadi salah satu Pelabuhan terbesar di Indonesia yang disiapkan oleh Pemerintah untuk mendukung kegiatan ekspor dan impor.

Ke depannya, Pelabuhan Patimban akan disinergikan dengan Pelabuhan Tanjung Priok yang berlokasi di Jakarta, sehingga dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, serta memangkas biaya logistik nasional.

Dengan lokasi yang strategis, Pelabuhan Patimban akan terkoneksi dengan Jalan Tol dan Jalan Kereta Api serta akan meningkatkan potensi pembangunan 10 (sepuluh) kawasan industri di sepanjang koridor utara Pulau Jawa.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa keberadaan Pelabuhan ini harus semakin terkonsolidasi dengan pengembangan industri dan perekonomian lokal, semakin mempercepat pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, dan memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik dan membuat produk-produk ekspor Indonesia semakin efisien, berdaya saing, dan kompetitif di pasar global.

"Untuk itu saya minta kepada para menteri, gubernur, bupati/wali kota, dan pejabat-pejabat terkait agar bersama-sama pelaku UMKM, koperasi, dan perusahaan-perusahaan swasta untuk memaksimalkan infrastruktur yang sudah kita bangun ini dalam rangka menggairahkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kita," tutur Presiden Joko Widodo.

Saksikan video pilihan berikut ini: