Menko Luhut Minta Semua Pihak Kompak dan Tak Politisasi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar masyarakat tidak mempolitisasi pandemi Covid-19. Dia mengimbau agar semua pihak dapat kompak dalam penanggulangan pandemi.

"Jangan ada dipolitisasi ini, please saya titip, ini masalah kemanusiaan. Kalau Anda punya hati jangan dipolitisasi. Makin Anda bawa macam-macam itu, bisa membawa nyawa orang pergi dan di sekeliling kita sudah banyak yang pergi, yang kita kenal," kata Luhut saat konferensi pers, Kamis (15/7/2021).

Dia mengatakan, dalam penanganan pandemi, pemerintah terus mendengarkan masukan dari para ahli. Sebab pandemi Covid-19 merupakan masalah bersama.

"Saya dengarkan teman-teman yang sesuai bidangnya untuk berikan masukan dan cara bertindak kita apa baiknya. Itu juga dapat masukan dari teman-teman yang ahli dalam bidangnya," ucap dia.

Luhut menambahkan, kenaikan kasus harian Covid-19 telah mencapai 44,51 persen. Sedangkan kenaikan kasus paling tinggi yakni pada Rabu 14 Juli 2021 yang mencapai 54.517 orang.

"Ini saya kira menjadi angka yang tertinggi (54.517 kasus), bisa saja ini masih naik," ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut: Peningkatan Covid-19 Didominasi Varian Delta, Hampir Semua di Pulau Jawa

Petugas mengisi tabung oksigen di halaman gedung MUI Kota Tangerang, Banten, Kamis (15/7/2021). Kegiatan tersebut guna memudahkan warga Kota Tangerang dalam mengisi Oxygen Medis yang di masa PPKM Darurat yang kini sulit untuk mencari tempat pengisian tersebut. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas mengisi tabung oksigen di halaman gedung MUI Kota Tangerang, Banten, Kamis (15/7/2021). Kegiatan tersebut guna memudahkan warga Kota Tangerang dalam mengisi Oxygen Medis yang di masa PPKM Darurat yang kini sulit untuk mencari tempat pengisian tersebut. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Covid-19 varian Delta memiliki dampak yang lebih besar daripada varian sebelumnya, misalnya Alpha.

Menurut dia, varian Delta penularannya enam kali lebih cepat. Saat pelaksanaan PSBB sebelumnya, peningkatan kasus Covid-19 belum signifikan seperti halnya PPKM Darurat.

"PSBB 1, PSBB 2, PPKM kabupaten/kota, PPKM mikro, semua relatif sebenarnya naik tetapi masih terkendali. Tetapi begitu kita masuk varian Delta, peningkatan kasus Covid-19 didominasi oleh varian Delta," ujar Luhut, Kamis.

Dia menjelaskan, penularan Covid-19 dengan varian Delta lebih cepat dan dahsyat. Luhut juga menyebut varian Delta mendominasi hampir semua peningkatan kasus di Pulau Jawa.

"Jadi hampir semua di Jawa ini kalau enggak boleh saya katakan, ya semua, itu dikontrol oleh varian Delta," papar dia.

Luhut mengatakan, saat ini pemerintah terus berupaya untuk menekan adanya peningkatan kasus akibat varian Delta tersebut. Sejumlah negara di dunia juga tengah menghadapi kasus yang sama.

"Inggris juga kena, Belanda kena. Perdana Menteri Belanda kemarin minta maaf karena dia menyetujui lepas masker beberapa waktu yang lalu dan sekarang naik seperti ini. Hari ini juga Malaysia juga sampai hari ini semua juga Delta," jelas Luhut.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel