Menko Luhut: Pemulihan Ekonomi Berjalan Lebih Cepat dari yang Kami Duga

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Proses pemulihan ekonomi bergerak cepat seiring dengan melandainya kasus penularan Covid-19 di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, waktu pemulihan ekonomi ini lebih cepat dari apa yang diprediksikan oleh pemerintah.

"Seiring dengan turunnya kasus (Covid-19) dan banyaknya kabupaten dan kota yang membaik, kita melihat pemulihan ekonomi berjalan dengan cepat. Lebih cepat dari apa yang kami duga," ujarnya dalam Konferensi Pers Evaluasi dan Penerapan PPKM, Senin (23/8/2021).

Menko Luhut mengungkapkan, proses pemulihan ekonomi yang cepat itu tercermin dari Survei Mandiri Institute yang menunjukkan peningkatan indeks belanja dan kunjungan ke tempat belanja di Jawa-Bali.

"Selain itu, pemulihan juga terlihat dari mobilitas masyarakat untuk retail and recreation yang meningkat pesat," tambahnya.

Meski demikian, Luhut tetap meminta seluruh masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi untuk mengurangi risiko terpapar virus corona jenis baru tersebut.

"Jika kita tidak berhati-hati, kita juga bisa kembali menghadapi peningkatan kasus," tandasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

PPKM Dilonggarkan, Masyarakat Mulai Belanja

Pengunjung melakukan scan kode QR untuk memasuki Mall Senayan City, Jakarta, Senin (15/6/2020). Pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta kembali dibuka pada Senin (15/6) di masa PSBB transisi dengan jumlah pengunjung masih dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pengunjung melakukan scan kode QR untuk memasuki Mall Senayan City, Jakarta, Senin (15/6/2020). Pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta kembali dibuka pada Senin (15/6) di masa PSBB transisi dengan jumlah pengunjung masih dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, dalam rangka menekan penularan COVID-19, sejak Juli 2021 pemerintah menerapkan PPKM Darurat. Pada periode awal, penerapan PPKM cukup signifikan membatasi mobilitas masyarakat, yang akhirnya juga menekan cukup dalam belanja masyarakat.

Berdasarkan data Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan bahwa indeks nilai belanja masyarakat pada tanggal 1 Agustus 2021 turun tajam hingga ke level 73,3.

Kendati begitu, menurut Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono, seiring dengan relaksasi PPKM, belanja masyarakat menunjukkan pembalikan arah. Data pada tanggal 15 Agustus, indeks belanja masyarakat menunjukkan tanda pemulihan.

Hal itu terlihat pada pertengahan Agustus indeks frekuensi belanja masyarakat mulai naik ke level 97,3. Kemudian, indeks nilai belanja yang naik ke level 79,7.

“Dalam beberapa minggu ke depan, seiring dengan relaksasi PPKM, kami melihat bahwa tren pemulihan belanja akan terus berlanjut,” kata Teguh, Senin (30/8/2021).

Disamping itu, belanja masyarakat di Pulau Jawa terus meningkat. Hal ini menunjukkan pemulihan yang cepat seiring dengan diturunkannya tingkat PPKM di banyak provinsi di Pulau Jawa. Indeks nilai belanja di Jawa pada 15 Agustus berada di 73,4 naik dari 63,8 pada tanggal 1 Agustus 2021.

Faktor lain yang mendorong kenaikan belanja di Jawa didukung dengan menurunnya kasus positif COVID-19. Hal ini membuat masyarakat relatif lebih berani untuk melakukan aktivitas ekonomi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel