Menko Luhut: Penggunaan Harian PeduliLindungi Lebih dari 3 Juta Kali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, banyak terjadi masalah di awal penerapan PeduliLindungi. Namun masalah tersebut mampu diselesaikan dengan cepat sehingga aplikasi tersebut saat ini sudah berkembang sangat pesat.

“Hanya dalam tiga setengah bulan PeduliLindungi telah digunakan lebih dari 170 juta kali dengan penggunaan harian mencapai lebih dari 3 juta kali," ujar Luhut Binsar Pandjaitan dalam Webinar Konsistensi Penggunaan QRCODE PeduliLindungi untuk perlindungan masyarakat, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (17/11/2021).

PeduliLindungi juga sudah terintegrasi dengan aplikasi lainnya mulai dari taksi online hingga platform e-commerce. Tidak hanya itu, Kementerian Kesehatan juga mengintegrasikan PeduliLindungi dengan berbagai aplikasi yang serupa di negara lainnya.

Menurutnya hal yang paling membanggakan dari aplikasi PeduliLindungi ini sepenuhnya dibuat dikembangkan oleh anak-anak muda bangsa Indonesia.

"Dengan PeduliLindungi sebagai bagian integral dari strategi penanganan Pandemi Covid-19 hingga saat ini kita mampu menjaga kasus tetap pada tingkat yang rendah, meski mobilitas aktifitas masyarakat sudah sangat meningkat tajam," urai Luhut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kasus Harian Covid-19

Pengunjung saat scan barcode untuk memasuki mal kuningan city, Jakarta, Selasa (10/8/2021). Perpanjangan PPKM Level 4 di mal pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, melakukan scan barcode aplikasi Pedulilindungi dan memperlihatkan sertifikat vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pengunjung saat scan barcode untuk memasuki mal kuningan city, Jakarta, Selasa (10/8/2021). Perpanjangan PPKM Level 4 di mal pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, melakukan scan barcode aplikasi Pedulilindungi dan memperlihatkan sertifikat vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Secara detil, dia juga menjelaskan bahwa dalam 10 hari terakhir jumlah kasus harian nasional mampu dijaga di bawah kisaran 500 kasus per hari dan angka kematian juga menurun drastis. "Namun sekali lagi kita tidak boleh lengah, kita harus tetap hati-hati karena saat ini kasus dunia kembali meningkat ,” tegas Menko Luhut.

Lebih lanjut, kehati-hatian perlu dipertimbangkan atau dilakukan sehingga potensi kenaikan mobilitas pada periode Natal dan Tahun baru tidak terjadi. "Jika nanti persipan perayaan Natal dan tahun baru dilakukan tindakan-tindakan oleh pemerintah untuk membatasi kegiatan-kegiatan kita, saya mohon masyarakat paham supaya Quartal 1 tahun depan kondisi bisa lebih baik," pintanya.

Selain itu, Menko Luhut sangat mengapresiasi konsistensi penggunaan QRCODE PeduliLindungi untuk perlindungan masyarakat Indonesia.

“Kalau saya ibaratkan dengan kondisi perang dengan PeduliLindungi kita sudah punya senjata canggih untuk mencegah kasus kembali meningkat," tuturnya.

Namun demikian, Menko Luhut mengatakan bahwa senjata yang paling canggih sekalipun tidak akan efektif jika tidak digunakan dengan baik. Hal ini dikatakannya karena dia melihat kedisiplinan pemakaian aplikasi Peduli Lindungi mulai menurun seiring menurunnya jumlah kasus positif.

Di akhir paparannya Menko Luhut menyampaikan apresiasi pada Hippindo yang telah memainkan perannya dengan baik. “saya minta kita semua tetap bahu membahu untuk bekerja sama menuntaskan penyelesaian masalah ini dan saya yakin kalau kita semua kompak semua bekerja sama dengan baik semua masalah bisa dapat kita selesaikan,” pungkasnya.

Infografis 11 Aplikasi Terintegrasi PeduliLindungi

Infografis 11 Aplikasi Terintegrasi PeduliLindungi. (Liputan6.com/Niman)
Infografis 11 Aplikasi Terintegrasi PeduliLindungi. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel