Menko Luhut Sebut Makin Banyak Generasi Muda Melek Investasi Saham

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, tingkat pendalaman keuangan Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara kawasan dan emerging market lainnya.

Oleh karena itu, perlu berbagai inisiatif untuk pengembangan dan pendalaman pasar keuangan termasuk pasar modal.

Data Bank Dunia menunjukkan kapitalisasi pasar Indonesia pada 2020 sebesar 47 persen PDB, di bawah emerging market seperti India (99 persen) dan Malaysia (130 persen).

Meski demikian, Luhut juga melihat upaya yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan beberapa capaian yang patut dibanggakan, terutama di tengah tantangan COVID-19.

Dari awal tahun hingga 8 Oktober 2021, jumlah pencatatan baru saham sentuh 38 perusahaan, ditambah jumlah calon perusahaan tercatat yang sedang antre dalam pipeline sebanyak 25 calon perusahaan tercatat.

"Angka pencatatan baru saham ini juga merupakan yang tertinggi di ASEAN, serta masuk dalam urutan ke-12 di dunia," tutur dia dalam acara Capital Market Summit & Expo 2021, Kamis (14/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Investor Ritel Mendominasi

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, pada Januari hingga 8 Oktober 2021, rata-rata frekuensi mencapai 1.288.927 kali, meningkat 90 persen dibandingkan sepanjang 2020.

Data frekuensi harian sejak awal 2021 juga mencatatkan rekor terbesar sepanjang sejarah, yang terbaru mencapai 2.141.575 pada 9 Agustus 2021.

Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi di BEI merupakan yang tertinggi di antara Bursa Efek kawasan ASEAN sejak 2018.

Luhut mengatakan, dari sisi permintaan, jumlah investor yang meliputi investor saham, reksa dana dan obligasi di pasar modal hingga 30 September 2021, jumlahnya mencapai 6,43 juta investor.

Realisasi investor itu meningkat 66 persen dibandingkan akhir 2020 atau naik hampir lima kali lipat sejak 2017.

Ia menambahkan, investor ritel mendominasi dari total keseluruhan investor. Proporsinya mencapai 90 persen. Adapun kenaikan partisipasi investor ritel yang merupakan investor domestik menjadi pencapaian yang membanggakan.

Per akhir September 2021, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) investor ritel berkontribusi sebesar 64 persen dari total RNTH, meningkat dibandingkan akhir tahun 2020 yang sebesar 48 persen. Sedangkan proprosi investor institusi terhadap RNTH saat ini menurun.

"Dapat disimpulkan bahwa semakin banyak masyarakat, khususnya generasi milenial dan generasi Z yang proporsinya senilai 58 persen dari total investor retail per Juli 2020 - yang melek terhadap investasi saham," ujar dia.

Sedangkan di sisi saham, secara rata-rata bulanan masih mencatatkan pembelian bersih sejak Mei 2021. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap performa ekonomi di Indonesia, yang juga merupakan hasil dari kerja keras pengendalian dan pemulihan atas pandemi COVID-19 sangat penting.

Momentum seperti ini menurut Luhut harus selalu dijaga karena pasar modal yang stabil dan kuat merupakan salah satu katalis penting dalam mendukung pertumbuhan di sektor riil menghadapi tantangan ke depan.

Ia menekankan, kalau tidak dapat melarikan diri dari tantangan global yang semakin kompleks dan dinamika setiap hari sehingga perlu adaptasi.

“Maka dari itu, kita perlu terus beradaptasi dan mengenali peluang dari setiap tantangan. Hal ini terutama perlu di sektor pasar modal yang krusial demi perekonomian,” tutur dia.

Luhut menuturkan, pasar modal memiliki peran penting sangat vital untuk mendorong kemajuan Indonesia di tengah tantangan pandemi COVID-19. Ini ditunjukkan dari fungsi sebagai penyedia dana untuk pembangunan.

"Dalam event CMSE ini saya ingin fokus terutama pada peran adaptasi dan potensi pasar modal dalam menghadapi berbagai tantangan tadi. Pasar modal memiliki peran yang sangat vital di dalam mendorong kemajuan Indonesia," ujar dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel