Menko Luhut Sebut Produk Lokal Memudahkan Penanganan COVID-19

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 3 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan ada tiga target yang ingin dicapai dalam penanganan COVID-19 saat ini. Yaitu menurunkan penambahan kasus harian, menurunkan angka kematian dan meningkatkan kesembuhan.

Karena itu, Pemerintah terus berinovasi dalam strategi penanganan COVID-19 yang dilakukan. Hal itu tentu harus dibarengi oleh penerapan protokol kesehatan yang disiplin di masyarakat.

“Kita harus tingkatkan kembali strategi dalam penanganan COVID-19, untuk menyempurnakan dan meningkatkan kedispilinan dari berbagai cara yang telah dilakukan,” ujar Luhut dalam Diskusi Penanganan Pandemi COVID-19 secara virtual, Kamis 4 Februari 2021.

Baca juga: Menkeu Sri Bersurat ke Menkes Budi, Bakal Potong Insentif Nakes 50%

Luhut mengungkapkan, untuk mendorong target ini, pemerintah kini menyusun empat strategi utama yang akan dilakukan. Strategi pertama adalah adanya peningkatan perubahan perilaku masyarakat dalam menangani COVID-19.

Hal itu dilakukan dengan melakukan operasi perubahan perilaku, serta kampanye protokol kesehatan secara sistematis di masyarakat yang melibatkan berbagai kalangan. Serta melakukan deteksi awal penyebaran COVID-19 dengan mendorong strategi pemeriksaan (testing) dan pelacakan (tracing) yang agresif dan tepat sasaran.

“Kita berharap penyebaran informasi dan kampanye dapat bergerak secara masif dengan melibatkan berbagai lembaga lain. Seperti Kemenag dengan mengajak pemuka agama, dan juga Kemendikbud,” tambah Menko Luhut.

Kemudian yang kedua, Pembangunan fasilitas isolasi terpusat juga menjadi strategi berikutnya yang diutamakan dalam penanganan COVID-19.

“Pemanfaatan wisma atlet untuk wilayah Jabodetabek sudah tepat, sehingga dapat menjadi tempat isolasi terpusat, dan dapat membantu mengurangi penyebaran penularan ke keluarga dan menurukan keterisian rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah telah mendorong provinsi dengan kasus positif yang tinggi dapat juga menyediakan fasilitas isolasi terpusat. Selanjutnya yang ketiga, manajemen perawatan juga akan terus ditingkatkan.

"Dengan memastikan adanya ketersediaan tempat tidur rumah sakit serta penyediaan semua obat & alat yang dibutuhkan,” jelasnya.

Manajemen perawatan menjadi strategi penting dengan menyiapkan setiap rumah sakit dapat menerapkan protokol standar terapi penanganan pasien. Dalam manajemen rumah sakit saat ini, telah terjadi angka penurunan hari perawatan pada pasien COVID-19.

Strategi keempat adalah akselerasi vaksinasi COVID-19. Yang dimulai dari tenaga kesehatan, pelayanan publik, kelompok rentan, dan juga daerah-daerah yang menjadi prioritas. Daerah yang dianggap prioritas, adalah daerah yang memiliki positivity rate (angka positif) tinggi.

“Masalah vaksin ini masih terus dalam proses pengerjaan, kita harapkan target kita mencapai 70 persen herd immunity (kekebalan komunitas) dapat kita capai dalam jangka waktu 12 bulan,” sebut Menko Luhut.

“Berdasarkan pengalaman, dibutuhkan penurunan mobilitas di atas 30 persen untuk mengendalikan penambahan kasus, sehingga akan ada penyesuaian peraturan dan kebijakan akan hal ini,” tambahnya.

Selain itu, Menko Luhut juga mengatakan bahwa saat ini manajemen data sedang dibenahi oleh Kementerian Kesehatan dengan target pertengahan Februari 2021.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) dr Hariadi Wibisono mengusulkan, kebijakan 3T dalam testing dan tracing perlu ditingkatkan. Sehingga pencegahan penyebaran virus tersebut dapat dilakukan sejak dini.

"Saat ini, dari sekian kasus penyebaran COVID-19, sebagian besar penularan tidak dapat terdeteksi asal dan usulnya," tambahnya.

Dr Pandu Riono menambahkan, saat ini yang perlu ditingkatkan adalah kebersamaan dan kesadaran seluruh masyarakat dalam penyelesaian COVID-19.

“Usulan saya, pemerintah dapat bekerja sama dengan seluruh mitra terkait, baik dari skala besar ataupun kecil, atau juga mitra swasta untuk menekankan kepada masyarakat akan pentingnya penanganan pandemi COVID-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Luhut menegaskan, semua pihak harus bersinergi untuk mengatasi pandemi ini. Pemerintah pun menegaskan akan mendukukng produk anak bangsa digunakan untuk penanganan COVID-19.

“Saat ini, telah banyak produk anak bangsa yang dapat memudahkan pekerjaan kita dalam penanganan Covid-19. Oleh karena itu, kita perlu bekerja bersama-sama untuk mencapai target kita bersama dalam penurunan angka Covid-19 dan meningkatkan kesembuhan masyarakat,” tutup Menko Luhut.