Menko Luhut Targetkan RI Herd Immunity COVID-19 Paling Lama April 2022

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mencanangkan target vaksinasi kepada sekitar 70 juta orang Indonesia di paruh pertama tahun 2021 ini.

Luhut yang juga merupakan Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu menjelaskan, langkah tersebut merupakan tahap awal dari target vaksinasi kepada 181 juta warga Indonesia. Agar Indonesia bisa mencapai kekebalan populasi atau herd immunity.

"Di mana prioritas utamanya yakni kepada para tenaga kesehatan. Bulan depan sudah akan ada sekitar satu juta orang (penduduk) yang divaksin," kata Luhut dalam telekonferensi di acara Mandiri Investment Forum 2021, Rabu 3 Februari 2021.

Baca juga: 3 Jenis Investor Ini Silahkan Merapat, LPI Lagi Cari Mitra

Dengan progres tersebut, Luhut berharap target vaksinasi 60-70 juta orang yang coba direalisasikan Pemerintah di pertengahan tahun nanti bisa tercapai.

"Dan semoga bisa memicu herd immunity (yang) targetnya Maret atau April 2022," ujar Luhut.

Karenanya, Luhut memastikan bahwa saat ini Pemerintah juga masih berupaya memprioritaskan 11 juta bahan baku vaksin COVID-19 untuk segera bisa diproduksi menjadi vaksin, yang rencananya akan diperuntukkan terlebih dahulu bagi para petugas publik, tenaga layanan publik, TNI, dan Polri.

"Jadi proses vaksinasi COVID-19 nya nanti akan kita mulai di akhir Februari 2021 ini," ujarnya.

Diketahui, dalam upaya mendukung program vaksinasi COVID-19 yang akan dilakukan oleh Pemerintah dalam waktu dekat ini, PT Bio Farma akan menjadi pihak yang terlibat dalam upaya penyediaan vaksin tersebut.

Setelah proses produksi vaksin dilakukan, Bio Farma berkomitmen untuk terus melakukan upaya kontrol demi menjaga agar kualitas vaksin tetap sebagaimana mestinya. Karenanya, Bio Farma pun nantinya akan menggunakan sistem manajemen distribusi vaksin (SMDV), yang terintegrasi dan dilengkapi dengan dashboard internet.

Hal itu dilakukan untuk menjamin agar dalam proses pendistribusian vaksin COVID-19, kualitas vaksin bisa terus terjaga sampai ke wilayah tujuan bahkan hingga disuntikkan kepada para calon penerimanya.