Menko Luhut Tegaskan Potensi Wisata Toba Bukan Hanya Keindahan Alam

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, potensi wisata kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, bukan hanya keindahan alam yang dimiliki.

Karena itu, Pemerintah mengakselerasi pembangunan berbagai fasilitas destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) di daerah itu untuk memaksimalkan potensi tersebut. Agar manfaat yang signifikan dirasakan bagi masyarakat dan akhirnya mendorong ekonomi nasional.

"Begitu banyak potensi wisata yang ada di Toba. Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, budaya dan adat istiadat di sini mampu menjadi daya pikat yang luar biasa bagi wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara," katanya saat mengunjungi Kawasan danau Toba, dikutip Sabtu 13 Februari 2021.

Baca juga: Lestarikan Mangrove, RI Bisa Untung Triliunan Rupiah

Dalam kunjungan itu, Luhut melakukan peninjauan ke Dermaga Porsea. Dia memantau langsung progres pembangunan galangan kapal dan mengecek dua unit Bus Air yang akan segera beroperasi.

Luhut juga mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Balige, yang merupakan sekolah dengan kejuruan pariwisata. SMKN itu diharapkan mampu mencetak SDM lokal yang unggul dalam bidang pariwisata untuk mendukung dan pengembangan DPSP Danau Toba.

Selanjutnya, juga mengunjungi Dermaga Balige dan Desa Wisata Lintong Ni Huta untuk meninjau pembangunan toilet yang telah diselesaikan oleh Pertamina.

"Pembangunan ini dibantu oleh Pertamina. Menjadi hal yang penting untuk membangun fasilitas umum seperti ini supaya calon wisatawan merasa nyaman dan bersih," lanjutnya.

Luhut juga meninjau Pantai Bebas Parapat untuk melihat penataan kawasan atraksi wisata yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), kemudian kunjungan ke calon Creative Hub di Dolok Sipiak.

Kawasan yang sudah dibangun sejak tahun 2018 itu akan menjadi tempat yang terintegrasi. Sebagai tempat beraktivitas dan berkreasi bagi masyarakat setempat.

"Co-working space ini akan jadi pusat bagi UMKM berkumpul dan menjadi poros roda perputaran ekonomi setempat. Di sini kita juga memajukan budaya yang ada karena dapat dipergunakan pula sebagai tempat latihan kesenian masyarakat," katanya.

Selanjutnya, dilakukan pula peninjauan pekerjaan rehabilitasi jalan di Pesanggrahan Soekarno serta menuju Pulau Samosir. Peninjauan dilakukan melalui Pelabuhan Ajibata sekaligus meninjau pembangunan yang ada.

Berlabuh di Pelabuhan Ambarita, rombongan Menko Luhut bergeser ke Huta Siallagan sebagai pusat budaya adat Batak Toba. Disambut oleh Raja Huta Siallagan dan Kepala Desa setempat, Luhut ingin proses rehabilitasi pusat budaya tersebut segera diselesaikan oleh Kementerian PUPR.

Di proyek Tano Ponggol, Luhut juga meninjau lokasi yang akan dibangun jembatan layang yang akan menyambungkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera.

"Pembangunan jembatan di Tano Ponggol sudah berjalan lancar. Tinggal dijalankan dan akan selesai dalam waktu 17 bulan kerja sesuai dengan laporan Bupati Samosir yang sudah disampaikan ke saya," kata Luhut. (Ant)