Menko Luhut terima Menlu China di Danau Toba, bahas investasi

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi di Parapat, kelurahan yang berbatasan langsung dengan Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa.

Pada kesempatan itu Menko Luhut yang didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga juga berkesempatan melakukan pembicaraan dengan Menlu Wang Yi mengenai peningkatan kerja sama strategis di bidang investasi dan perdagangan.

"Kedatangan sahabat saya, Bapak Wang Yi, ke Danau Toba ini diharapkan dapat mengembangkan kerja sama yang baik dan berkelanjutan antara kedua negara. Besok Bapak Wang Yi akan diterima oleh Bapak Presiden RI dan mendengar langsung harapan Bapak Presiden terhadap kerja sama strategis kedua negara yang telah terjalin selama ini," kata Menko Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Menlu China akan kunjungi Indonesia dan tiga negara ASEAN

Wang Yi dijadwalkan melakukan kunjungan di Indonesia selama dua hari, yakni pada 12-13 Januari 2021 dalam rangkaian kunjungan ke empat negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yakni Myanmar, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Filipina pada 11-16 Januari 2021.

Wang Yi bersama beberapa delegasinya dijadwalkan melakukan kegiatan mendaki (hiking) dan mengunjungi beberapa tempat historis yang berada di sekitar Danau Toba.

Baca juga: Menlu China akan kunjungi Indonesia dan tiga negara ASEAN

Menko Luhut sendiri memang telah beberapa kali mengundang Menlu Wang Yi untuk berkunjung ke Toba dan melihat langsung keindahan Danau Toba, terlebih Menlu Wang Yi dikenal mempunyai hobi hiking.

Kunjungannya ke Toba yang sedianya berlangsung pada Februari tahun lalu tersebut tertunda karena pandemi COVID-19.

Menlu Wang Yi akan bertolak ke Jakarta, Rabu, untuk mengikuti agenda pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan melakukan audiensi dengan Presiden Joko WIdodo.

Baca juga: Indonesia-China, dari kemitraan regional menuju ekonomi digital

Baca juga: Defisit perdagangan Indonesia dengan China turun 66 persen