Menko Luhut Tolak Disebut Menteri Segala Macam Urusan

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan secara tegas menolak disebut sebagai menteri segala macam urusan. Pernyataan itu merespon kritik oleh sejumlah pihak atas tugas barunya yang dipercaya Presiden Jokowi untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter di pasaran.

Menko Luhut menjelaskan, terkait alasan dirinya kerap dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk mengurusi berbagai hal tak lepas dari pengalamannya saat berkarir di bidang militer hingga pemerintahan. Menurutnya, berkat pengalaman tersebut dirinya mampu berkerja secara terintegrasi dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan Jokowi.

"Pengalaman itu dari skala kecil terbawa sampai sekarang penugasan saya. Saya bisa membuat terintegrasi semua kerjaan-kerjaan yang diberikan Presiden (Jokowi) kepada saya. Orang banyak tidak sadar itu. Orang pikir, ini mau menteri segala macam. Ndak, saya hanya Menteri Koordinator Bidang Maritim," tegasnya dalam acara Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), ditulis Sabtu (28/5).

Luhut menambahkan, seorang Menko Maritim juga mempunyai berbagai persoalan yang harus segera diselesaikan. Diantaranya untuk mengelola hasil kekayaan laut dan menjaga batas wilayah perairan Indonesia yang amat luas.

"Saya hanya menteri Koordinator Bidang Maritim, kan itu luas. 70 persen lebih luas Indonesia laut. Itu orang lupa, pengamat, dan angkatan darat juga tak sadar itu," tandasnya.

?Presiden Jokowi Utus Luhut Bereskan Masalah Minyak Goreng

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan untuk membereskan persoalan minyak goreng. Sebab, masalah minyak goreng hingga kini tak kunjung selesai, dimana harga minyak goreng masih belum di atas Rp 14.000 per liter.

"Tiba-tiba Presiden minta saya untuk ngurus minyak goreng. Jadi sejak tiga hari lalu, saya mulai tangani masalah kelangkaan minyak goreng. Kita harap nanti tidak terlalu lama selesaikan hal ini," kata Luhut dalam acara Perayaan Puncak Diesnatalis GAMKI ke 60, ditulis Senin (23/5).

Lebih lanjut, pihaknya optimis dapat mengatasi permasalahan kelangkaan minyak goreng di pasaran. "Saya hanya bantu saja, sekarang saya kira InsyaAllah akan beres tuh minyak goreng, yang penting kan selesai, ya sudah," tutupnya. [ags]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel