Menko Luhut Ungkap Kerugian RI dari 55 Tahun Freeport Beroperasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebut, tambang yang dikelola Freeport selama ini tak memberikan nilai tambah. Ini menyoal perhatiannya terhadap hilirisasi tambang.

"Memang kita bertahun-tahun ini, coba lihat Freeport, 55 tahun, apa nilai tambah dari sana? Coba kita renungkan baik-baik, tidak ada," kata dia dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI dengan Menko Marves, Kamis (9/6).

Perlu diketahui, pemerintah saat ini menaruh perhatian terhadap hilirisasi bahan tambang. Salah satu prioritasnya adalah nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik.

Menko Luhut sendiri telah menjajaki berbagai peluang kerja sama untuk adanya investor untuk melirik hilirisasi nikel di Indonesia. Di sisi lain, upaya ini juga dinilai membawa nilai tambah yang besar.

Diketahui, tambang nikel terbesar berada di daerah Morowali, Sulawesi Tengah. Menko Luhut melirik, tempat itu akan jadi pusat hilirisasi nikel.

"Saya sekarang dibully habis itu mengenai Morowali, sekarang salah satu motor kita morowali dan sekitarnya itu ada 7 atau 8, itu yang membuat ekonomi baik pak, itu baru satu putaran," katanya.

Selain itu, kawasan industri di Kalimantan Utara juga jadi senjata Menko Luhut guna menarik investasi. Kawasan ini lagi-lagi akan digunakan untuk hilirisasi baterai listrik.

"Ini sekarang baru, USD 132 miliar (investasi) tahun ini sampai 2029, bapak bisa bayangkan angka itu bukan angka kecil," katanya.

Di kawasan ini akan dibangun industri terkait green aluminium, steel, polysilicon, graphite. Lalu, new energy battery (nickel based dan LFP), petrokimia, serta solar panel.

Produsen Baterai Kendaraan Listrik Terbesar

kendaraan listrik terbesar rev1
kendaraan listrik terbesar rev1.jpg

Lebih lanjut, Menko Luhut menyebut Indonesia akan menempati posisi sebagai produsen baterai kendaraan listrik terbesar. Ini bisa dicapai dengan adanya hilirisasi iron steel.

Guna mencapai tujuan sebagai produsen, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan guna melengkapi prosesnya. Yakni, proses suplhide ares, considerate, nickel metal, nickel chemical dan dengan output batteries.

Dia menyebut, proses yang digambarkan berwarna merah dalam bahan presentasinya ini akan selesai sekitar kuartal I atau kuartal II 2024 mendatang. "Dan kita tahun 2027 akan produksi lithium baterai kalau gak salah nomor 1 atau nomor 2 (di dunia)," katanya.

"Karena kita punya semua, ada CATL, ada LG, insyaAllah ada Tesla. Semua pemain besar ini, ada di kita," tambahnya.

Dengan demikian, dia menyebut itu akan berdampak pada meningkatnya nominal dari ekspor. Baik dari sisi kategori iron and steel, maupun secara keseluruhan.

Dia memprediksi, capaian ekspor untuk Iron and Steel akan mencapai USD 28,5 miliar. Dengan realisasi hingga saat ini sebesar USD 9,5 miliar. "Dan kalau sampai ke luthium battery, saya kira ekspor kita tahun lalu USD 232 miliar mudah kita dapat dekat (mendekati) USD 400 miliar," katanya.

"Jadi artinya ekonomi kita sangat baik," tukasnya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel