Menko Maritim-Mentan bahas pengembangan lumbung pangan super prioritas

Risbiani Fardaniah

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggelar pertemuan dalam rangka menindaklanjuti program lumbung pangan untuk meningkatkan produktivitas komoditas tertentu.

Setelah menerima kedatangan Mentan, Menteri Luhut menjelaskan bahwa keduanya telah sepakat untuk mengembangkan lumbung pangan, salah satunya di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

"Saya mengusulkan supaya ada tanah-tanah di ketinggian yang subur bisa dibuat satu mekanisasi pertanian dan bisa menjadi model di tempat-tempat lain. Tanah itu ada di Humbang Hasundutan," kata Luhut di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi Jakarta, Rabu.

Luhut menjelaskan bahwa tanah di Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki ketinggian di atas 1.400 meter, sehingga cocok untuk dikembangkan komoditas seperti kentang dan bawang putih.

Baca juga: Menko Perekonomian: Lumbung pangan di Kalteng pilihan tepat

Menurut dia, lahan tersebut dapat digarap dengan mekanisasi pertanian yang lebih modern dan menjadi proyek percontohan yang dapat diimplementasikan di daerah lainnya. Ia menyebut bahwa setidaknya ada 30.000 hektare lahan yang sudah siap digarap menjadi lumbung pangan (food estate).

"Bisa luasnya beberapa puluh ribu hektare, jadi akan masif dan ini nanti bisa dicontoh ke tempat lain dengan luas 100 hektare, 50 hektare, sehingga lumbung pangan yang dipikirkan Presiden bisa diimplementasikan," kata Luhut.

Baca juga: Pemerintah akan perkuat lumbung pangan di berbagai daerah

Dalam kesempatan yang sama Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa pengembangan lumbung pangan ini masuk dalam Super Prioritas Program Pertanian (SP3).

"Atas koordinasi di bawah Pak Menko, ini menjadi Super Prioritas Program Pertanian dan itu ditujukan pada lahan khusus yang berkualifikasi tinggi untuk sebuah komoditas yang berkualitas tinggi," kata Syahrul.

Menurut dia, dengan ketinggian lahan yang sesuai dan didukung dengan mekanisasi pertanian, serta sarana produksi pertanian, komoditas seperti bawang putih yang sebagian besar diimpor, juga dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Baca juga: Mentan ingin memastikan pertanian berproduksi di tengah COVID-19