Menko Perekonomian lepas ekspor perdana alumina di Kabupaten Bintan

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melepas ekspor perdana 70 ribu ton Smelter Grade Alumina (SGA) KEK Galang dengan nilai 21 juta dolar AS ke Malaysia di PT BAI Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Jumat.

Menurut Airlangga ekspor ini merupakan bagian dari target ekspor tahun pertama sebesar 1 juta ton/tahun dengan nilai ekspor 300 juta dolar. Ekspor ini akan ditingkatkan sehingga pada tahun kedua target ekspor menjadi 2 juta ton/tahun dengan nilai ekspor sebesar 600 juta dolar.

“Saya harapkan langkah ekspor KEK Galang Batang ini dapat dijadikan contoh bagi KEK lain di Tanah Air,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual dari Jakarta.

Baca juga: LPEI terus dorong pelaku UKM tembus pasar global

Beriringan dengan upaya penanganan COVID-19, katanya, pemerintah bersiap untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan investasi baik dari dalam maupun luar negeri, meningkatkan ekspor, menekan impor melalui pengembangan industri substitusi impor, dan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan.

Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang pembangunannya cukup cepat dan massive, lanjut dia, kini KEK Galang Batang berhasil merealisasikan rencana pembangunannya senilai Rp14 triliun dan akan mencapai Rp36 triliun di tahun 2025.

"Ekspor perdana Smelter Grade Alumina (SGA) KEK Galang Batang ke depannya diharapkan mampu memberikan dampak bagi perekonomian nasional melalui penurunan impor produk alumina karena sudah bisa diproduksi di dalam negeri," ujarnya.

Baca juga: INKA Group bakal produksi gerbong barang untuk BUMN di Selandia Baru

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan penggunaan tenaga lokal juga menjadi utama agar manfaat dari KEK Galang Batang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Keberhasilan KEK, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Pemda akan terus mendukung pengembangan KEK, khususnya terkait dengan perizinan daerah serta insentif pajak daerah dan retribusi daerah sesuai amanat UU Cipta Kerja.

"Dengan komitmen investasi dan realisasi pembangunan yang cepat, KEK Galang Batang akan fokus pada industri manufaktur modern, seperti industri hilirisasi bauksit, industri ringan, dan logistik modern yang ramah lingkungan dengan didukung lokasi geografis yang sangat baik untuk berintegrasi ke dalam rantai pasok industri global," ujar Ansar

Ansar menaruh harapan bahwa KEK mampu menjadi mesin pemulihan ekonomi Kepri bahkan nasional untuk bangkit dari dampak pandemi COVID-19 dan sekaligus menjadi instrumen pendorong daya saing Indonesia di tengah arah ekonomi global pascakrisis.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel