Menko Perekonomian resmikan pengelolaan Bandara Hang Nadim

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto meresmikan serah terima pengoperasian Bandara Internasional Hang Nadim kepada PT Bandara Internasional Batam (BIB).

Airrlangga mengatakan dengan diresmikannya serah terima pengoperasian bandara tersebut dapat menambah jumlah penumpang dari dalam maupun luar negeri.

“Yang pertama tentu bandara adalah gateway (pintu gerbang) dan dengan rencana ekspansi (pengembangan) diharapkan jumlah penumpang bisa meningkat,” ujar Airlangga di Batam Kepulauan Riau, Jumat (24/6).

Airlangga menjelaskan, PT BIB sendiri memiliki target penumpang selama masa kerja sama diperkirakan mencapai 40 juta penumpang per tahun

“Nanti maksimalnya di angka 40 juta penumpang, jadi ini merupakan ambisi yang luar biasa,” katanya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, dengan dilakukannya penandatanganan ini, makan PT BIB akan bertanggungjawab penuh atas perkembangan bandara internasional itu.

"PT BIB resmi bertanggungjawab atas pengembangan Hang Nadim ke depan. Semoga terwujud bandara yang hebat," katanya.

Rudi menyampaikan total investasi kerjasama sebesar Rp6,98 triliun untuk renovasi pembangunan Terminal 1, membangun Terminal II, serta seluruh pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat bandara, membuka jalur penerbangan domestik seluruh Indonesia, dan membuka jalur penerbangan internasional ke China, Korea Selatan, India, Thailand, dan perjalanan ibadah Umrah atau Haji untuk pertama kalinya serta mengembangkan tujuan pariwisata kolaboratif.

“Dengan demikian, BP Batam sepenuhnya berharap melalui PT BIB, Bandara Hang Nadim akan menjadi bandara terbaik dan dapat berkompetisi dengan negara tetangga, dan menjadi kebanggaan Kota Batam,” kata Rudi.

Perjanjian Kerjasama Proyek KPBU sebelumnya sudah ditandatangani pada tanggal 21 Desember 2021. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) melakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan (desain, pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian, dan pemeliharaan) dengan PT Bandara Internasional Batam sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP).

BUP ini dibentuk oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I yang memiliki saham 5 persen, Incheon International Airport Corporation (IIAC) memiliki saham 30 persen, dan PT Wijaya Karya Tbk memiliki saham 19 persen. Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam dengan masa pengelolaan 25 tahun.

Baca juga: Bandara Hang Nadim siapkan dua tempat parkir pesawat haji 2022

Baca juga: Gubernur Kepri temui Menhub, minta percepat proyek strategis nasional

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel