Menko Perekonomian Sebut Australia hingga Turki Dukung Indonesia di Presidensi G20

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemimpin negara mendukung Indonesia dalam Presidensi Group of Twenty (G20) pada 2022. Sejumlah negara yang mendukung yakni, Australia, Prancis, hingga Turki.

Adapun dukungan ini disampaikan para pemimpin negara saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi disela-sela penyelanggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma, Italia, Sabtu 30 Oktober 2021.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, Indonesia dan Australia sepakat mengusulkan pembahasan mengenai ekonomi digital untuk diangkat dalam forum G20 di Presidensi Indonesia nanti. Hal tersebut agar kebijakan dan regulasi di sektor digital tidak berbeda dari sektor konvensional, utamanya dari segi platform digital.

"Diharapkan bahwa bullying di media misalnya tentu akan diatur oleh para platform secara bertanggungjawab dan seimbang," kata Airlangga seusai mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT G20 di La Nuvola Italia, dikutip dari siaran pers, Minggu (31/10/2021).

Menurut dia, dukungan juga datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron saat melakukan pertemuan bilateral di Hotel Splendide Royal, Roma, Italia. Jokowi dan Presiden Macron membahas rencana pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Uni Eropa atau IEU-CEPA.

Jokowi meminta adanya akselerasi dalam pembentukan IEU-CEPA yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Akselerasi tersebut juga diharapkan akan meningkatkan ekspor Indonesia ke Eropa dan begitupun sebaliknya.

"Nah tentu ini diharapkan Indonesia sebagai Presidensi G20 mempunyai daya tawar yang tinggi dan diharapkan manfaat bagi Presidensi Indonesia di G20 dan Presidensi di IEU ini ada manfaat untuk meyelesaikan itu," jelas Airlangga.

Bentuk Kemitraan

Airlangga menuturkan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, juga membahas mengenai akselerasi rencana pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Turki atau IT-CEPA.

Akselerasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan pasar besar minyak sawit mentah atau _crude palm oil_ (CPO) Indonesia di Turki yang sebelumnya menurun.

"Sehingga ini tentunya untuk mengembalikan maka kita perlu untuk mengakselerasi IT-CEPA. Bapak Presiden menugaskan Menteri Perdagangan untuk menangani CEPA tersebut," tutur Airlangga.

Seperti diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah acara Presidensi G20 pada tahun 2022. Presiden Jokowi akan menerima tongkat estafet di Roma, Italia pada penutupan KTT G20 2021, Minggu (31/10/2021) hari ini.

Beberapa rangkaian perhelatan KTT G20 yang telah dipersiapkan Indonesia antara lain 150 pertemuan dengan beberapa perhelatan sepanjang tahun dari tanggal 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel