Menko PMK: Apel Kesiapsiagaan perkuat penanggulangan bencana


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan apel kesiapsiagaan nasional merupakan momentum memperkuat kerja sama dalam penanggulangan bencana.

"Kegiatan ini agar dapat dijadikan momentum memperkuat kerja sama penanggulangan bencana antarorganisasi, pengkajian kemampuan peralatan penunjang peringatan dini, evakuasi serta tanggap darurat dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam melaksanakan Standar Operasional Prosedur," ujar Muhadjir dalam Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanganan Bencana Banjir bertempat di Danau Jambore, Depok, Jawa Barat, Rabu.

Baca juga: Menko PMK: Perkuat koordinasi terkait penanganan bencana

Apel dipimpin langsung oleh Menko PMK Muhadjir Effendy. Dalam arahan kepada peserta apel, Muhadjir mengatakan peningkatan kesiapsiagaan menjadi penting dalam penanggulangan bencana.

"Apel kesiapsiagaan dan latihan simulasi bencana merupakan elemen yang sangat penting untuk membangun kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana," katanya.

Ia mengatakan, dengan kegiatan ini akan terlihat sejauh mana kemampuan dan kesiapan dari pegiat kebencanaan dalam menghadapi potensi bencana yang ada di wilayahnya masing-masing.

Baca juga: Pemerintah beri atensi kesiapsiagaan bencana di Jawa bagian selatan

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi, sehingga seluruh elemen terkait agar lebih tangguh dalam menghadapi bencana.

"Kami berkomitmen penuh, bahwa keselamatan rakyat menjadi faktor utama dan para masyarakat terdampak bencana jangan sampai terlalu lama menderita," katanya.

Apel kesiapsiagaan diikuti 2.500 personel gabungan dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan relawan kebencanaan. Selain itu juga ditampilkan berbagai macam alutsista yang dapat digunakan dalam penanganan bencana baik dalam masa prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana.

Baca juga: Menko PMK: Kolaborasi antar pihak wujudkan ketangguhan hadapi bencana

Setelah melakukan apel, kegiatan selanjutnya ialah simulasi penanganan bencana banjir yang dihelat di Danau Jambore, dengan skenario adanya hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan banjir di wilayah DKI Jakarta dan memerlukan pertolongan tim gabungan untuk evakuasi dengan menggunakan perahu karet dan kemudian dilakukan tindakan medis di lokasi dan sebagian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat menggunakan ambulans sehingga semua korban dinyatakan selamat dan aman.