Menko PMK Kaget, Jumlah Tracer di Indonesia Tak Sampai 5.000

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkap jumlah tracer atau orang yang melakukan pelacakan pasien Covid-19 di Indonesia tak sampai 5.000. Dari jumlah itu, sebanyak 1.600 tracer berada di DKI Jakarta.

"Saya kaget waktu dapat laporan jumlah tracer kita tidak sampai 5 ribu seluruh Indonesia dan hampir 1.600 lebih ada di DKI," ujar Muhadjir dikutip dari siaran persnya, Minggu (13/2/2021).

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Dia menekankan pentingnya testing, tracing (pelacakan kontak), dan treatment (perawatan) atau 3T. Pasalnya, apabila 3T betul-betul dilakukan dengan baik, maka mampu menekan laju penularan Covid-19.

"Jadi sebetulnya memang selama ini kalau dilihat dari jumlah tracernya, kita belum melakukan upaya 3T yang serius," katanya.

Muhadjir pun berharap melalui kebijakan Presiden Joko Widido atau Jokowi yang lebih mengedepankan pendekatan mikroskopik penanganan Covid-19 semakin baik. Khususnya, yang berkaitan dengan upaya testing, tracing, dan treatment.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Penyebaran Covid-19

Namun, dia meyakini bahwa tingkat penyebaran Covid-19 yang paling tinggi dan lebih banyak justru terjadi pada level komunitas termasuk dari lingkungan keluarga di rumah. Untuk itu, 3T harus dilakukan dengan optimal untuk mengendalikan virus corona.

"Saya yakin betul kalau 3T bisa kita lakukan sungguh-sungguh dan optimal, kita akan bisa mengatasi Covid-19 ini," ucapnya.

"Di samping juga tenaga tracer terus kita tingkatkan dan kita kerahkan semaksimal mungkin," sambung Muhadjir.

Saksikan video pilihan di bawah ini: