Menko PMK Klaim Kemenkes Kerahkan Semua Sumber Daya Tangani Hepatitis Akut

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 18 kasus hepatitis akut ditemukan di Tanah Air. Bahkan tujuh kasus di antaranya meninggal dunia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengerahkan segala sumber daya untuk mengatasi penyebaran hepatitis akut.

"Antisipasi penyebaran hepatitis saat ini masih ditangani Kementerian Kesehatan RI sebagai kementerian teknis. Kemenkes pun telah mengerahkan segala sumber daya," kata Muhadjir. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (12/5).

Terus Koordinasi dengan WHO

Terpisah, Juru Bicara Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) untuk menangani hepatitis akut.

Koordinasi itu, kata dia, tidak hanya dilakukan dalam rangka pemantauan perkembangan hepatitis. Kemenkes juga mengikuti pedoman dari WHO.

"Kami memantau perkembangan dan mengikuti pedoman dari WHO," ujar Nadia.

Peran Orangtua Penting

Ditambahkan, anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati, salah satu langkah mengantisipasi penyebaran hepatitis akut adalah melalui peran orang tua.

Oleh sebab itu, lanjut dia, orang tua harus lebih waspada terhadap penyebaran hepatitis akut.

"Memang salah satunya adalah bagaimana orang tua menjaga kebersihan anak dan memandu mereka untuk menjaga kebersihan," ujar Rita.

Menurut dia, hal mendasar dalam menjaga kesehatan dan kebersihan harus selalu dipraktikkan kepada anak. Seperti mencuci tangan sebelum makan, tidak makan sembarangan, atau menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya.

Rita juga menyarankan para orang tua untuk mencari informasi dari sumber akurat mengenai hepatitis akut sehingga mereka akan tanggap ketika menghadapi anak yang bergejala dengan membawanya menuju rumah sakit.

"Harus segera dibawa ke rumah sakit agar tidak terlambat karena sudah ada korban yang sampai meninggal," katanya menegaskan. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel