Menko PMK: Pemerintah Akan Biayai Vaksin Covid-19 untuk 60 Juta Orang, Sisanya Mandiri

·Bacaan 2 menit
Banner Infografis 180 Juta Warga Indonesia Target Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Banner Infografis 180 Juta Warga Indonesia Target Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan tidak semua orang akan divaksin ketika adanya vaksinasi COVID-19, sebab pemberian vaksin harus jelas kenapa alasannya dan mengapa diberi vaksin covid-19.

"Tidak semua orang akan divaksin. Jadi jangan dibayangkan semua orang akan dicegati di jalan terus divaksin, dan vaksin covid-19 ini skema sementara adalah untuk yang dibiayai pemerintah sekitar 60 juta orang, sisanya mandiri," kata Muhadjir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/11/2020).

Muhadjir mengatakan, pemberian vaksin diperkirakan pada minggu ketiga Desember 2020. "Ini masih perkiraan, jadi bisa saja berubah sebab kami akan terus melakukan evaluasi terkait pemberian vaksin ini," ujarnya yang dikutip dari Antara.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah terbuka terhadap kandidat vaksin covid-19 yang cocok dan efektif digunakan di Indonesia. Termasuk, kandidat vaksin buatan BioNtech dan Pfizer yang disebut memiliki efektivitas hingga 90 persen mengurangi gejala Covid-19.

"Pada prinsipnya pemerintah Indonesia terbuka terhadap kandidat vaksin yang cocok dan efektif. Namun juga harus tetap mempertimbangkan aspek pendukung, aspek kandidat vaksin tersebut," ujar Wiku dikutip dari siaran persnya, Jumat (13/11/2020).

Dia menekankan penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta, serta lembaga internasional.

Kolaborasi ini nantinya akan semakin meningkatkan efektivitas penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Ikuti Perkembangan Uji Klinis Vaksin

Di samping itu, Wiku mengatakan bahwa pemerintah mengikuti perkembangan uji klinis vaksin Covid-19 yang dilakukan berbagai negara. Termasuk, berbagai temuan seperti yang terjadi di Brazil baru-baru ini.

"Menjadi masukan dan evaluasi terhadap pengembangan vaksin yang dilakukan dalam negeri," ucapnya.

Sebagai informasi, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan beberapa jenis kandidat vaksin COVID-19. Lima diantaranya adalah Sinovac, Sinopharm, CanSino, Genexine, dan AstraZeneca.

Kandidat vaksin tersebut masih menjalankan uji klinis tahap III, sebelum diproduksi secara besar-besaran. Vaksin Covid-19 sendiri baru dapat digunakan di Indonesia setelah memperoleh lolos uji klinis fase 3 dan mendapat izin dari BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: