Menko PMK: Pendidikan atlet difabel jangan sampai terhambat

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta pendidikan para atlet difabel jangan sampai terhambat oleh program olahraga yang harus mereka jalani.

"Saya berharap, terutama para atlet difabel harus ada kepastian masa depan," kata Muhadjir, saat meninjau Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu.

Stadion Lukas Enembe menjadi salah satu arena olahraga Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua, yakni untuk cabang olahraga para-atletik.

Baca juga: Menko PMK dorong alat olahraga difabel diproduksi lokal

Para atlet tentu harus menjalani serangkaian persiapan untuk menghadapi Peparnas Papua, sebagaimana pula event-event olahraga lain, sementara ada di antara mereka masih bersekolah.

"Tadi saya menanyakan para atlet ada yang masih sekolah, kuliah, ada yang sudah jadi ibu rumah tangga," katanya.

Muhadjir pun sudah berpesan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

"Saya pesan pada Menpora dan Mendikbud Ristek agar mereka yang masih kuliah, SMA, dan SMP sekalipun. Jaminan kelangsungan studi tidak terhambat dengan fokus mereka di olahraga," katanya.

Bahkan, Menko PMK pun menyampaikan bahwa para atlet difabel akan diupayakan mendapatkan beasiswa LPDP untuk kelangsungan pendidikannya.

"Beasiswa kami upayakan dari LPDP. Termasuk yang selesai studi, kita upayakan dapat pekerjaan layak," tegasnya.

Baca juga: Menko PMK berharap banyak rekor pecah di Peparnas Papua

Tak lupa, Muhadjir pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dengan memberikan perhatian kepada para atlet, antara lain TNI dan Polri.

Ia mencontohkan atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua asal Jawa Timur yang viral karena kedapatan tengah mencangkul di ladang akhirnya ditawari masuk ke kepolisian dan TNI.

"Saya sangat senang dan terima kasih kepada Kapolri, termasuk Panglima TNI yang memberikan peluang atlet untuk berkarier di bidangnya," pungkas Muhadjir.

Peparnas Papua diikuti oleh 1.985 atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi yang akan berupaya mencetak sejarah sebagai yang terbaik.

Mereka akan berlomba untuk meraih medali bagi kontingen masing-masing pada Peparnas ke-16 yang digelar pada 6-13 November 2021.

Para atlet berlaga pada 12 cabang olahraga, terdiri atas angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.

Baca juga: Menko PMK dan Menpora saksikan pertandingan bulu tangkis Peparnas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel