Menko PMK: Perguruan tinggi berperan penting ciptakan SDM unggul

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan perguruan tinggi berperan penting dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas.

"Perguruan tinggi dituntut terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi terdepan, yang mampu membekali para mahasiswanya sebagai potensi-potensi SDM unggul yang cerdas, kreatif, inovatif, serta memiliki kepribadian yang utuh," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan usai memberikan sambutan pada Dies Natalis ke-57 Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Baca juga: Menko PMK: PTS harus ikut berkontribusi nyata bagi pembangunan SDM

Menurut Muhadjir pada era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini, semua pihak dituntut untuk cepat beradaptasi.

"Seluruh perguruan tinggi termasuk UNNES sebagai bagian dari lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Tanah Air tentu memiliki kewajiban untuk menghasilkan SDM yang bertalenta digital dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital bagi kemaslahatan dan kemajuan bangsa," katanya.

Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri, kata dia, UNNES senantiasa dituntut untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri terdepan, yang mampu membekali para mahasiswanya sebagai potensi-potensi SDM unggul dan berkualitas.

Baca juga: Menko PMK usulkan tambahan anggaran sebesar Rp50 miliar

"Hendaknya seluruh sivitas akademika UNNES terus meningkatkan produktivitas akademiknya, guna memberikan peran dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan yang berkualitas," katanya.

Menko PMK menambahkan, UNNES juga harus berkontribusi dalam mengantisipasi dampak negatif kemajuan teknologi digital, dengan terus mengembangkan literasi digital.

"Tujuannya untuk menangkal konten-konten negatif yang berdaya rusak," katanya.

Sementara itu, Menteri juga mengatakan, dari lima prioritas rencana pembangunan nasional 2020-2024 infrastruktur dan pembangunan SDM menjadi kunci utama menuju Indonesia Emas 2024.

Baca juga: Menko PMK sebut dunia kehilangan Buya Syafii Maarif

"Ibarat ibadah shalat, infrastruktur itu wudhu-nya, sedangkan shalat adalah SDM-nya. Kalau infrastrukturnya selesai bukan berarti sudah membangun, tapi baru prasyarat bangunnya," katanya.

Dia juga mengucapkan selamat kepada UNNES yang telah memasuki 57 tahun dalam berkarya dan berikhtiar menciptakan SDM yang berkualitas, berdaya saing dan unggul.

"Semoga hari esok akan selalu lebih baik dan UNNES semakin maju dan semakin berkontribusi dalam memajukan pendidikan tinggi di Tanah Air," katanya.

Baca juga: Indonesia dorong ketangguhan bangsa lewat pemulihan dari pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel