Menko PMK Sebut Lebaran 2022 Bisa Berjalan Normal Jika Covid-19 Terkendali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, berharap pasca liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Covid-19 di Indonesia tetap bisa terkendali.

Pasalnya, jika ini bisa dikendalikan, maka lebaran 2022 bisa berjalan normal.

"Harapan kita, kalau kondisi ini bisa kita maintance dengan baik. Maka tahun depan Insyaallah lebarannya bisa berjalan normal. Paling tidak bisa kita selenggarakan seperti Natal saat ini," kata Muhadjir seperti dikutip dalam keterangannya, Rabu (29/12/2021).

Dia pun menjelaskan, pelonggaran di masa libur Nataru ini dikarenakan kondisi Covid-19 di Indonesia yang sudah semakin membaik.

Muhadjir menuturkan, data kasus konfirmasi harian nasional dalam dua minggu terakhir semakin menurun dengan rata-rata berkisar 100-300 kasus per hari. Selain itu, tren positivity rate juga semakin rendah, yaitu di bawah satu, 0,1-0,2%. Hal ini sangat berbeda dengan situasi di tahun lalu, pada periode yang sama positivity rate kita setahun yang lalu mencapai 13,6%.

Positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. WHO menetapkan ambang batas minimum angka positivity rate kurang dari 5 persen. Semakin rendah positivity rate suatu daerah semakin membaik kondisi pandemi.

Selain itu, capaian vaksinasi dosis pertama yang sudah mencapai 159.803.372 orang atau 76,73% dari target, dan 111.177.232 orang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau 53.38% dari target, dan untuk dosis ketiga sudah mencapai 1.303.225 atau 0.63%, dari total sasaran 208.266.720 penduduk Indonesia berdasarkan data Kemenkes 27 Desember 2021.

"Ini yang menyebabkan kenapa kita confidence (percaya diri) untuk membuka gerakan orang secara lebih leluasa pada menjelang Natal dan Tahun Baru kali ini," kata Muhadjir.

Pedagang menata cabai saat menunggu pembeli di kiosnya di Pasar Mede, Jakarta, Rabu (15/12/2021). Harga pangan yang naik antara lain semua jenis cabe, bawang-bawangan serta minyak goreng. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pedagang menata cabai saat menunggu pembeli di kiosnya di Pasar Mede, Jakarta, Rabu (15/12/2021). Harga pangan yang naik antara lain semua jenis cabe, bawang-bawangan serta minyak goreng. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kasus Omicron

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya menemukan kasus Covid-19 dari varian Omicron dari pelacakan PeduliLindungi.

Hal itu disampaikannya dalam acara Taklimat Bidang PMK di gedung Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (29/12/2021).

Budi mengatakan, dengan aplikasi PeduliLindungi, pihaknya dapat melihat pusat perbelanjaan atau mal mana saja yang disiplin mewajibkan para pengunjung menggunakan PeduliLindungi sebelum memasuki area mal.

"Sekarang kita tahu mana yang disiplin gunakan PeduliLindungi sama yang enggak. Mal mana yang banyak kemasukan (pengunjung) mana yang nggak. Kemarin tuh kasus Omicron kita juga tahu gara-gara PeduliLindungi," jelas Budi.

Kendati demikian, Budi tidak menjelaskan lebih detail kasus Covid-19 varian Omicron yang ditemukan melalui PeduliLindungi tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel