Menko: Produksi nasional harus dukung tantangan infrastruktur listrik

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai seluruh pihak perlu mendorong produksi nasional agar bisa mendukung tantangan besar dalam infrastruktur kelistrikan.

"Semuanya butuh mesin, peralatan, dan perlengkapan. Terlebih sekarang Indonesia sedang melakukan transisi energi yang akan membentuk banyak perubahan di sektor ketenagalistrikan,” kata Airlangga saat menyampaikan arahan pada pembukaan PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Locomotion 2022, seperti dikutip dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri, dan pertambahan penduduk, pasokan tenaga listrik yang andal dan mencukupi menjadi sangat penting untuk disediakan sebagai penopang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Dengan demikian, kata dia, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan mulai dari pembangkit, transmisi, hingga distribusi terus dilakukan pemerintah dengan melibatkan peran BUMN, swasta, dan masyarakat.

Baca juga: Dirut PLN ungkap sudah belanjakan Rp200 triliun buat industri lokal

Pemerintah terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri di berbagai proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Oleh karena itu, pemerintah secara bertahap terus mendorong produsen dalam negeri untuk dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan barang atau jasa di sektor ketenagalistrikan.

Komponen utama kelistrikan yang dulu hanya bisa diimpor, kini sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Anggaran belanja yang sebelumnya mengalir ke luar negeri, kini didorong untuk mengalir dan berputar di dalam negeri.

Pemerintah mengapresiasi upaya PLN dengan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas target tahun ini, yaitu 49 persen dari target 42 persen, sehingga diharapkan TKDN dapat terus didorong dan ditingkatkan lagi.

Baca juga: Airlangga: Indonesia bisa jadi raja energi susul raja minyak Saudi

Menurut Airlangga, jika konsisten separuhnya adalah komponen dalam negeri, maka transisi energi yang dilaksanakan PLN ke depan bisa jadi dorongan kemunculan industri dan ekonomi baru nasional.

"Peningkatan produk dalam negeri di sektor ketenagalistrikan merupakan tantangan bersama, TKDN terus diupayakan untuk mencapai target. Menuju 2024, diharapkan TKDN mencapai minimal 50 persen, sehingga membutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pihak," tuturnya.