Menkominfo apresiasi kinerja tim Indonesia mendorong tata kelola data

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengapresiasi kinerja tim Indonesia dalam mendorong isu tata kelola data pada forum internasional.

"Data mempunyai nilai ekonomi begitu tinggi, yang katanya sekarang adalah data is the new gold, new platinum, namun juga data berkaitan dengan geostrategis, geopolitik dan kedaulatan suatu bangsa sehingga begitu pentingnya ini dilakukan," kata Johnny saat acara Evaluasi Kegiatan DEWG-DEMM G20 dan Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Dewan ITU Periode 2023-2026, dalam siaran pers diterima di Jakarta, Selasa.

Kementerian Kominfo menjadi pengampu Digital Economy Working Group, bagian dari Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia. Beberapa waktu lalu Kementerian Kominfo juga menghadiri forum International Telecommunication Union (ITU) di Eropa.

Baca juga: Menkominfo apresiasi pembangunan pusat data privat

Kementerian Kominfo menyiapkan tiga isu prioritas pada DEWG, yaitu konektivitas dan pemulihan pascapandemi COVID-19, keterampilan dan literasi digital, dan arus data lintas batas negara.

"Kementerian Kominfo berupaya memperjuangkan isu prioritas ketiga dalam DEWG secara internasional. Hal itu karena Indonesia perlu memiliki preposisi dan isu mengenai data merupakan salah satu yang penting untuk dibahas saat ini," kata Johnny.

Indonesia menawarkan empat prinsip pada isu arus data lintas batas negara, yaitu keabsahan hukum, transparansi, timbal balik dan keadilan.

Sementara itu, pada forum ITU, ASEAN plus China dan pertemuan dengan Amerika Serikat, Jepang, Korea dan India, pemerintah Indonesia terus menekankan empat prinsip dasar yang harus diperjuangkan dan menjadi preposisi di Forum G20.

Menurut Johnny, upaya adopsi empat prinsip tata kelola data itu bukan hal yang mudah.

"Saya berterima kasih bahwa itu berjalan dengan baik, saya kira kita perlu memberikan applause dan ucapan selamat," kata Johnny.

Acara Evaluasi Kegiatan DEWG-DEMM G20 dan Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Dewan ITU Periode 2023-2026 dihadiri oleh Sekretaris Jenderal kementerian Kominfo, Mira Tayyiba; Direktur Jenderal SDPPI, Ismail; Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Anang Latif; Staf Khusus Menkominfo Bidang Kebijakan Digital dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi; serta Staf Khusus Menkominfo bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang.

Baca juga: Dokumen DEMM dinilai jadi hasil optimal DEWG G20

Baca juga: Menkominfo minta PSE siapkan tiga hal perkuat keamanan siber

Baca juga: Menkominfo imbau operator seluler berani berinvestasi