Menkominfo: Indonesia tak ketinggalan dorong pengembangan metaverse

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan Indonesia tidak ketinggalan dalam mendorong pengembangan kesiapan ekosistem metaverse, dengan didukung berbagai pihak termasuk sektor swasta.

"Sebagai contoh, PT WIR Group yang bekerja sama dengan Meta," kata Johnny saat menyampaikan Keynote Speech Unpacking the Metaverse: Akselerasi Transformasi Digital dalam Menyambut Teknologi Masa Depan yang berlangsung di Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dikutip dari siaran pers pada Rabu.

Johnny menilai bahwa saat ini, metaverse semakin menunjukkan signifikansi di dunia. Seperempat penduduk dunia pada 2026 diprediksi akan menghabiskan paling tidak satu jam per hari di metaverse.

"Hal tersebut didorong oleh pesatnya pengadopsian teknologi metaverse baik di tingkat global, regional, dan juga nasional,” imbuh Johnny.

Menurut Johnny, negara-negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Barbados, telah mulai mengeksplorasi kebijakan pengembangan metaverse sebagai bagian integral dari negaranya.

Berdasarkan hasil studi Gartner tahun 2022, Johnny menjelaskan Korea Selatan telah membentuk “Metaverse Alliance” yang terdiri dari sektor industri. Selain itu, juga akan membentuk “Metaverse Academy” di akhir tahun 2022 untuk mencetak 40 ribu ahli industri metaverse pada tahun 2026.

“Beberapa negara di ASEAN seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand, sudah mulai menggarap proyek Metaverse di negaranya. Di Vietnam, sebuah perusahaan game NFT meraih kapitalisasi pasar sebesar 8 miliar dolar AS (Rp117,5 triliun) pada proyek uang kripto terkait Metaverse,” tambah Johnny.

Johnny melanjutkan, perkembangan metaverse terjadi di tengah berbagai tantangan kondisi perekonomian global, baik yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, tekanan akibat aksi militer di Eropa Timur, hingga kebijakan moneter US Federal Reserve yang baru saja menaikkan suku bunganya.

Namun, di tengah tantangan yang ada, Johnny menilai banyak negara yang masih berjuang untuk melakukan pemulihan ekonomi. Johnny pun optimis perekonomian Indonesia dapat tumbuh dengan paket kebijakan ekonomi yang tepat.

“Kita perlu bersyukur bahwa Indonesia masih bisa bertumbuh secara 5,01 persen pada kuartal I tahun 2022 yang harus dipertahankan melalui paket kebijakan ekonomi yang tepat,” pungkas Johnny.

Baca juga: JakLingko gandeng WIR Group kembangkan platform metaverse

Baca juga: DEWG G20 kedua fokus pada isu konektivitas digital

Baca juga: Delegasi DEWG G20 apresiasi keindahan Batik Yogyakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel