Menkominfo ingatkan sejarah bilateral Indonesia dan Portugal

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate mengingatkan sejarah bilateral Indonesia dan Portugal rupanya sudah terjalin lebih dari setengah abad dan diharapkan hubungan itu bisa semakin produktif di masa depan meski jarak antar kedua negara sangatlah jauh.

Johnny menyampaikan hal tersebut dalam kunjungan kerjanya ke Portugal di Kedutaan Besar RI untuk Portugal di Lisbon dan berjumpa tidak hanya perwakilan pemangku kepentingan tapi juga Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Portugal.

"Merupakan cita-cita dan harapan saya yang setinggi-tingginya, agar Indonesia dan Portugal, baik pemerintah maupun rakyatnya, dapat menjaga hubungan erat di masa mendatang," kata Johnny dalam siaran persnya, Minggu.

Baca juga: Menkominfo bahas potensi kemitraan sektor digital dengan Portugal

Johnny pun menceritakan sejarah pertama kali terbentuknya hubungan bilateral antara Indonesia dan Portugal dimulai sejak awal Indonesia menyatakan kedaulatannya sebagai negara.

Selain mengakui kemerdekaan Indonesia, Portugal mendirikan Kantor Perwakilannya di Indonesia pada 13 Mei 1950.

Lalu hubungan itu semakin menguat di 1999 dan menjadi hubungan yang semakin produktif.

Satu dekade kemudian di 2010, Indonesia dan Portugal membuat inisiatif baru dalam Pertemuan Antar Menteri Luar Negeri dengan membentuk forum konsultasi bilateral lewat pertemuan di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dari segi sejarah lainnya pun, Johnny mengisahkan Indonesia dan Portugal memiliki hubungan kental mengingat adanya pengenalan budaya yang dilakukan para penjelajah asal Portugis di periode 1511 saat berkunjung ke kawasan cikal bakal Indonesia yaitu Nusantara.

“(Budaya yang dibagikan) Seperti dalam bahasa, musik, praktik keagamaan, dan arsitektur sejarah. Ini merupakan aset penting bagi hubungan bilateral Indonesia-Portugal di masa depan,” ujarnya.

Salah satu kerjasama antar negara yang terjalin oleh Indonesia dan Portugal lewat hubungan sosial budaya misalnya seperti penandatanganan kerja sama Kota Kembar (Sister City) antara Kabupaten Sikka di Flores dan Lagos Algavre City pada 2007.

Lalu pada 2012, kerjasama serupa terjalin antara Larantuka, Kabupaten Flores Timur dan Fatima, Distrik Ourem pada Mei 2012.

Johnny menilai upaya memperkuat kerja sama Kota Kembar sangat penting mengingat ikatan sejarah yang erat antara Indonesia dan Portugal sudah terbentuk sejak kepergian pelaut Portugis dari Indonesia 500 tahun yang lalu.

“Dalam konteks ini, saya berharap ke depan dapat terjalin kerja sama Kota Kembar baru, antara Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata prioritas Indonesia di Pulau Flores, dengan salah satu kota di Portugal, misalnya Porto, Evora, atau Braga,” tutupnya.

Johnny mengharapkan kerjasama di lebih banyak bidang antara Indonesia dan Portugal bisa terjadi dan menguntungkan kedua belah pihak.

Baca juga: Kemenkominfo siapkan sistem siaran digital 113 wilayah "blank spot"

Baca juga: ASO Jabodetabek rampung, Kemenkominfo targetkan kota besar lain

Baca juga: Manfaatkan medsos untuk kembangkan komunitas