Menkominfo Mau Pemda Dukung Teknologi Percepatan Transformasi Digital

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah memulai program pengembangan jaringan 5G. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate juga sudah meluncurkan pengembangan jaringan 5G di tiga kota perintis, yaitu, Solo, Balikpapan dan Medan.

Dia bilang nanti tiga kota tersebut menyusul Ibu Kota Jakarta sebagai kota yang tersentuh layanan jaringan 5G. Ia menjelaskan alasan Solo dipilih dalam pengembangan 5G karena merujuk dua faktor, yakni historis dan komersial.

Menurut dia, faktor historis karena Solo dicap sebagai kota perintis di bidang olah raga hingga jurnalistik. Pun, faktor komersialnya karena alasan pesatnya perkembangan ekonomi Solo lantaran dukungan daerah sekitarnya dalam beberapa tahun terakhir.

Johnny menekankan, pemerintah juga mendukung operator lain untuk mengembangkan teknologi ini. Harapannya, tentu ke depan agar bisa lebih mudah dijangkau. Selai itu, efisien, baik infrastruktur dan operasionalnya.

"Untuk itu pemerintah daerah (pemda) harus mendukung langkah ini supaya bisa dilakukan dengan cepat seperti deployment infrastruktur repeater di atas gedung-gedung bahkan bisa juga di lampu merah," kata Johnny, dalam keterangannya yang dikutip pada Senin, 7 Juni 2021.

Dia juga mengingatkan pentingnya pemda agar pihak operator bisa mengontrol penggunaan layanan 5G ini. Dengan demikian, bisa menekan penyalahgunaan pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.

Kemudian, ia menambahkan manfaat 56 untuk ekonomi juga bisa mendukung sisi hilir dengan pengembangan e-commerce pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal serta layanan pembiayaan digital (digital financing).

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulia Syam menyampaikan, jaringan 5G memiliki kecepatan 20-30 kali dibanding jaringan 4G yang ada saat ini. Namun, ia mengatakan keberadaan 5G bukan berarti menghentikan jaringan 4G maupun 3G.

Dia memastikan jaringan tersebut tetap ada sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Ia menekankan, jaringan 5G sudah digunakan oleh sejumlah negara untuk konektivitas industri. Dengan demikian diharapkan bisa meningkatkan efisiensi dan kinerjanya.

"Kami bangun di beberapa lokasi. Solo adalah salah satu dari sembilan kota yang kami bangun," ujar dia.

Hendri menjelaskan layanan 5G di Solo dianggap punyakecepatan mengunduh (download) dan menggunggah (upload) yang cukup kencang sebesar 816 Mbs untuk download, dan 30 Mbps untuk upload.

Dia mengatakan, selain tiga kota tersebut, jaringan 5G jugah disiapkan di Batam, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, kawasan kampus ITB Bandung dan Telkom University, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Bagi dia, teknologi 5G dinilai bisa mempercepat transformasi sosial ekonomi maupun budaya secara digital. Sebab, jaringan 5G memiliki kecepatan transfer data yang tinggi dan latensi yang rendah.