Menkominfo minta masukan pelaku industri soal isu digital

·Bacaan 2 menit

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate meminta para pelaku industri memberi masukkan terkait isu digital yang diperjuangkannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan sejumlah pertemuan internasional lain.

Baca juga: Indonesia siapkan pilot project transisi energi untuk Presidensi G20

"Kita akan melakukan serangkaian pertemuan, ada Ministerial Declaration, Digital Economy Working Group (DEWG) Meeting, Digital Economy Ministers Meeting (DEMM)," jelas Menkominfo dalam Pertemuan Virtual Streamlining Isu Digital Forum G20 bersama pelaku industri nasional, Jumat.

Menteri Johnny menyatakan pemerintah ingin mendengar masukan pelaku industri mengenai tantangan dan peluang ekonomi digital agar bisa optimal diperjuangkan selama Presidensi G20.

"Pemerintah ingin mendengar masukan rekan-rekan dari sektor industri terkait apa yang dibutuhkan? Bagaimana tantangan dan profil usaha kita di sini? Barriers-nya apa saja? Dan bagaimana itu bermanfaat untuk kepentingan ekonomi kita di dalam negeri. Kita perjuangkan bersama-sama di forum atau rapat selama G20 Summit nanti," jelasnya.

Menurut Menkominfo dalam Digital Economy Working Group (DEWG), Pemerintah Indonesia akan menggelar lima kali pertemuan, sedangkan Ministerial Meeting berlangsung dalam satu kali rapat. Oleh karena itu, Menteri Johnny mengharapkan pemerintah dan pelaku industri bersama-sama menyiapkan bahan dan masukan.

"Saya harapkan dalam pertemuan itu, pemerintah dan pelaku industri terlibat bersama. Agar apa yang disampaikan itu adalah kristalisasi dari harapan kita semua, baik dari pelaku industri, regulator, maupun dari kepentingan rakyat kita," tegasnya.

Menkominfo menilai, agenda G20 ini dapat dioptimalkan sebagai forum untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Oleh karena itu, Menteri Johnny mengajak pelaku industri untuk menggunakan dan manfaatkan Forum G20 secara maksimal.

Menurut Menkominfo terdapat dua substansi yang menjadi pilihan Indonesia, yaitu kontinuitas dari Forum G20 versi sebelumnya, termasuk G20 Italia mengenai transisi energi dan implikasi ekonomi hijau. Pilihan kedua, berkaitan dengan transisi digital ke ekonomi digital.

Adapun Menteri Johnny menegaskan kembali dua arahan Presiden Joko Widodo sebagai acuan bersama.

Pertama adalah kesuksesan dari sisi substansi atau agenda G20 Indonesia. Kedua, kesuksesan dalam kaitan dengan Keketuaan Indonesia sebagai penyelenggara.

Menkominfo mengaku telah bertemu dengan beberapa pelaku industri di tingkat hulu, khususnya yang berhubungan dengan telekomunikasi. Bahkan sudah membahas mengenai penyelenggaraan Forum G20 itu sendiri.

Selain itu, menurut Menkominfo, presiden juga menekankan pada kelancaran atas transaksi digital mulai dari tingkat hulu yaitu penyiapan infrastruktur TIK yang merata di seluruh Indonesia. Hingga pada infrastruktur hilir berupa pusat data, regulasi, sumberdaya dan talenta digital di semua level.

Menteri Johnny mengharapkan mitra Kementerian Kominfo bisa memberikan masukan sesuai dengan arahan Presiden dan kepentingan nasional. “Masukan itu tentu yang berkaitan dengan transformasi atau transisi digital dari Kominfo yang kemarin disampaikan oleh Bapak Presiden,” katanya.

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyampaikan pandangan berkaitan dengan transisi digital, yang mencakup konektivitas digital, literasi digital dan arus data lintas batas negara.


Baca juga: Kominfo identifikasi 1.971 isu hoaks COVID-19 sejak Januari 2020

Baca juga: Modal pebisnis fesyen masa kini: adaptasi digital & peka isu mutakhir

Baca juga: RI-Inggris kerja sama bidang "startup" digital, bahas isu global

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel