Menkominfo Siapkan Strategi Komunikasi hingga Akses Internet demi Penanganan Stunting

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang mendapatkan sorotan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate pun mengungkapkan, kementeriannya akan memberikan dukungan untuk percepatan penurunan angka stunting.

Menurut Johnny, upaya dukungan itu berupa program-program strategis komunikasi publik, penyediaan pusat data, dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk akses internet.

Dalam siaran persnya, dikutip Sabtu (15/1/2022), Menkominfo mengatakan penanganan stunting perlu dimulai dengan sosialisasi berskala nasional. Menurutnya, komunikasi publik dilaksanakan sebagai bentuk kampanye pemerintah dengan berbagai macam strategi.

Sedangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), juga perlu mengampanyekan secara efektif dengan menyasar masyarakat luas.

"Ada macam-macam strategi komunikasinya. Kita sudah siapkan bahan komunikasi publik," kata Menkominfo Johnny dalam pertemuan dengan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Jakarta Pusat, Kamis pekan ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengelolaan Data

Banner Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi. (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi. (Liputan6.com/Triyasni)

Johnny mengatakan, Kemenkominfo siap membantu menyediakan aplikasi dan pusat data melalui Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik. Namun ia menekankan agar kebutuhan kapasitas data juga harus sudah siap.

"Terkait dengan aplikasi dari Kominfo sederhana saja, saya sudah cek kita bisa bantu untuk pemerintahan berbasis elektronik. Kalau perlu pusat data pun saya siapkan," kata Menkominfo.

"Dan saya harus pastikan dan tahu dulu berapa kapasitas prosesor berapa kapasitas memorinya, berapa kapasitas virtual CPU. Jadi saya harus tahu klafikasinya, selebihnya nanti kita bantu," imbuhnya.

Lebih lanjut, Johnny juga menekankan aspek ketahanan dan kedaultan bangsa dalam pengelolaan data. Maka dari itu, data pribadi yang terkait dengan stunting perlu dilindungi dengan baik.

"Pusat datanya harus bagus. Jangan sampai menaruh di tempat yang tidak dikawal enkripsinya dengan baik. Jadi, jangan sampai teknologi pusat datanya lemah," kata Johnny.

Dukungan Infrastruktur TIK

Dokter memeriksa kesehatan ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Kamis (26/11/2020). Menurut Survei Status Gizi Balita Indonesia 2019 oleh Kementerian Kesehatan RI, tercatat satu dari empat anak Indonesia di bawah usia lima tahun menderita stunting. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Dokter memeriksa kesehatan ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Kamis (26/11/2020). Menurut Survei Status Gizi Balita Indonesia 2019 oleh Kementerian Kesehatan RI, tercatat satu dari empat anak Indonesia di bawah usia lima tahun menderita stunting. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kemenkominfo juga menyatakan bakal menyiapkan dukungan infrastruktur TIK di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, terpencil) serta non-3T.

Guna mendukung pelaksanaan program stunting di tingkat kecamatan oleh BKKBN, Johnny dan jajarannya akan memastikan ketersediaan jaringan internet.

Johnny mengungkapkan, di tingkat kecamatan, seharusnya sudah tidak ada blank spot.

"Kalau di wilayah 3T, saya akan lihat apakah desa terkait sudah ada dalam program Kominfo. Sedangkan kalau yang akses internet, saya akan langsung hubungkan ke satelit."

(Dio/Isk)

Infografis Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi

Infografis Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Stunting, Ancaman Hilangnya Satu Generasi. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel