Menkominfo umumkan mitra penyedia layanan seluler 4G di daerah 3T

·Bacaan 2 menit

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate bersama Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif mengumumkan pemenang pemilihan mitra kerja sama untuk layanan seluler 4G di 7.904 titik Base Transceiver Station (BTS) yang terbagi menjadi sembilan area di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Proses seleksi mitra kerja sama penyediaan layanan seluler 4G tersebut merupakan lanjutan dari Program Konektivitas Digital 2021.

"Pemenang pemilihan mitra Kerja Sama Operasional (KSO) BLU BAKTI Kominfo ditentukan berdasarkan rekam jejak setiap peserta dalam menyediakan layanan seluler kepada masyarakat dan kemampuan mereka menyediakan layanan seluler 4G yang berkelanjutan di sekitar area paket kerja sama," kata Johnny saat jumpa pers di Jakarta, Senin.

Baca juga: Kominfo dorong kerja sama dengan Pemda bangun infrastruktur TIK

Johnny juga mengatakan bahwa proses pemilihan mitra KSO tersebut dilakukan selama empat bulan dengan memperhatikan karakteristik daerah 3T yakni layanan seluler yang akan disediakan merupakan layanan perintis di wilayah 3T yang belum mendapatkan jangkauan 4G, tingkat kepadatan penduduk yang rendah, dan kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Adapun kesembilan wilayah tersebut, lanjut Johnny, di antaranya adalah wilayah Sumatera dengan mitra terpilih PT. XL Axiata Tbk. Kemudian Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah Barat, Papua Tengah Utara, dan Papua Timur Selatan, dengan mitra terpilih PT. Telekomunikasi Selular Indonesia.

Dengan terpilihnya mitra kerja sama di area tersebut, Johnny mengatakan proses integrasi BTS secara bertahap dapat dilakukan. Selain itu, BTS yang sudah dibangun dapat segera beroperasi memberikan layanan seluler 4G kepada masyarakat di wilayah 3T.

Baca juga: Infrastruktur TIK untuk PON Papua sudah siap

"Pembangunan infrastruktur BTS 4G merupakan salah satu tugas besar Kemenkominfo dalam dua tahun mendatang. Total infrastruktur BTS 4G yang akan dibangun adalah 7.904 dan diproyeksikan akan selesai secara bertahap hingga akhir tahun 2022," kata Johnny.

Jumlah tersebut menggenapi 9.113 desa atau kelurahan yang masuk dalam kategori daerah 3T yang belum terjangkau sinyal 4G. Sementara 1.209 desa atau kelurahan yang sebelumnya dibangun BTS 2G telah ditingkatkan menjadi 4G.

Sebelumnya pada 23 April 2021, Johnny sebagai Menteri Kominfo telah melakukan peletakan batu pertama implementasi program infrastruktur BTS 4G di Desa Kelangan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau yang menandakan dimulainya pembangunan infrastruktur 4G secara masif di seluruh Indonesia.

"Semoga seluruh pembangunan infrastruktur BTS hingga penyediaan layanan seluler 4G dapat berjalan dengan lancar agar dapat bermanfaat untuk mendorong pengembangan ekonomi digital sebangsa kita di wilayah 3T," tutup Johnny.

Baca juga: Menkominfo dorong perluasan akses dan kebermanfaatan teknologi digital

Baca juga: Taktik Kementerian Kominfo dukung pemulihan sektor parekraf

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel