Menkop: 4 juta UMKM masuk ekosistem digital sebagai langkah adaptasi

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menyebut ada 4 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang masuk dan terhubung ke ekosistem digital (onboarding) pada 2020 lalu sebagai langkah adaptasi mereka untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19.

"Tahun lalu ada peningkatan 4 juta UMKM kita yang onboarding di platform digital. Jadi total ada sekitar 12 juta atau 19 persen," kata MenkopUKM Teten Masduki dalam diskusi daring, Senin.

MenkopUKM Teten Masduki mengatakan pandemi COVID-19 diakuinya berdampak besar bagi pelaku UMKM. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), ada sekitar 500 ribuan dari total 64 juta UMKM mengalami kolaps karena pandemi.

Baca juga: Pemerintah siapkan regulasi baru cegah "cross-border" di e-commerce

"Survei BPS, sekitar 40-80 persen omzetnya turun, akibatnya mereka banyak yang punya masalah ke pembiayaan," kata Teten Masduki.

Meski tertekan, Teten menilai UMKM Indonesia relatif bisa bertahan dan melakukan adaptasi atas situasi yang terjadi, salah satunya dengan beralih ke platform digital.

Selain itu, dengan daya beli masyarakat yang terbatas akibat pandemi, banyak pelaku UMKM yang berubah haluan memproduksi barang-barang yang permintaannya tinggi seperti produk homecare, makanan, hingga kesehatan.

Baca juga: Menkop UKM sebut digitalisasi bagian penting penguatan ekonomi UMKM

"Kalau berdasarkan (data) Bappenas, mereka berhasil melakukan adaptasi dengan situasi baru. Dengan daya beli masyarakat yang terbatas, mereka mengubah produknya ke homecare, makanan, kesehatan, karena itu demand yang paling tinggi. Itu yang saya kira kemampuan adaptasi mereka (UMKM) luar biasa," kata Teten Masduki.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M Ikhsan Ingratubun mengatakan tren digitalisasi tak bisa dipungkiri harus bisa diadopsi UMKM saat ini.

"Tren sekarang tidak bisa dipungkiri, UMKM yang berhasil dan akan naik kelas dengan baik, dia harus mengetahui tren digital. Jadi suka tidak suka, mau tidak mau, force majeure, terpaksa harus masuk dunia digital," katanya.

Baca juga: Riset: Transformasi digital UMKM perlu edukasi dan pendampingan