Menkop: Angka Kemiskinan Indonesia Berkurang 6 Persen

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Pekanbaru (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan menyatakan angka kemiskinan di Indonesia selama periode 2004 hingga 2012 jauh berkurang atau menurun sebanyak enam persen.

"Pada tahun 2004, tercatat angka kemiskinan di Indonesia sebesar 17,6 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Namun setelah delapan tahun pemerintah dipimpin SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), angka kemiskinan 2012 jauh berkurang menjadi 11,6 persen," kata Syarief Hasan di Kabupaten Kampar usai meresmikan kabupaten itu sebagai kabupaten koperasi nasional, Selasa (23/4).

Itu artinya sepanjang delapan tahun kepemimpinan SBY, angka pengangguran telah berkurang sebesar enam persen. Begitu juga dengan angka pengangguran, menurut Syarief secara otomatis juga mengalami penurunan cukup signifikan.

Pada 2004 angka pengangguran sempat mencapai 12 persen di Indonesia dan menurun jauh menjadi tinggal enam persen di 2012.

"Pencapaian ini merupakan keberhasilan pemerintah dan semua pihak termasuk juga merupakan keberhasilan rakyat yang terus berjuang untuk terlepas dari belenggu kesulitan ekonomi," katanya.


Tentunya, demikian Syarief, pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia tidak semata-mata terjadi begitu saja tanpa ada upaya kerja keras pemerintah dan masyarakat.

Syarif juga mengatakan, selama delapan tahun terakhir, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Kalau pada 2004 ABPN masih mencapai Rp430 triliun, di mana jumlah ini untuk pembangunan berbagai sektor yang tentunya cukup memberatkan, namun secara berlahan APBN Indonesia terus meningkat hingga menapai Rp1.600 triliun di 2013, katanya.

Namun berdasarkan data Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu, pada akhir kuartal I/2013, postur Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara 2013 sudah membentuk defisit sebesar Rp17,9 triliun akibat tingginya belanja dan tertekannya penerimaan negara.

Data tersebut juga menguraikan, total realisasi pendapatan negara dan hibah hingga 28 Maret 2013 mencapai Rp254,0 triliun atau 16,6 persen dari target APBN 2013 sebesar Rp1.529,7 triliun.

Adapun total belanja negara pada periode yang sama mencapai Rp271,9 triliun atau 16,2 persen dari pagu APBN 2013 Rp1.683,0 triliun. Akibatnya postur APBN pada akhir 2013 membentuk defisit sebesar Rp17,9 triliun.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...