Menkop: BUMDes didorong jadi bagian rantai pasok Industri

Badan usaha milik desa (BUMDes) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, didorong untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri sebagai upaya meningkatkan daya saingnya, kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki.

"Bisa saja BUMDes tersebut menjadi pengelola limbah industri, kateringnya atau lain-lain," ujar Menkop saat berkunjung ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan beraudiensi dengan sejumlah pelaku BUMDes binaan Djarum Foundation di Kudus, Jumat.

Selain itu, kata dia, BUMDes juga bisa membuka usaha sendiri dengan mengolah sumber daya alam yang ada.


Baca juga: Teten sebut 4 tantangan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah


Menurut dia bidang usaha tersebut cocok dengan kondisi di Kabupaten Kudus yang merupakan kota industri.

Teten juga mengungkapkan bahwa BUMDes di Kudus masih perlu pendampingan, sehingga bisa menjadi sebuah rumah bagi para pelaku UMKM di tingkat desa dengan mencari potensi yang ada.

Ia juga mengingatkan ketika ada potensi SDA yang bisa digarap, nama merek produknya diupayakan cukup satu sehingga pemasarannya lebih mudah, ketimbang banyak merek dengan kualitas yang berbeda.

"Hal terpenting kolektif dan usahanya bisa saja gabungan dengan beberapa desa," ujarnya.

Hal itu, katanya, menjadi salah satu strategi mendorong naik kelas dengan mengonsolidasikan skala ekonomi yang lebih ekonomis dan menguntungkan.

Aspek legalitas bagi setiap BUMDes, kata dia, juga penting karena pemerintah menginginkan semua usaha rakyat tidak lagi informal, melainkan berbadan hukum.

Baca juga: Menkop Teten pastikan sertifikasi halal produk UMKM bakal dipercepat

Sementara itu, Deputy General Manager PT Djarum Achmad Budiharto menyampaikan perusahaan mendorong BUMDes yang belum memiliki legalitas badan hukum untuk bisa mendapatkannya di tahun ini dan tahun depan.

Dari 123 desa di Kudus, kata dia, sebanyak 63 desa sudah memiliki BUMDes, sedangkan yang sudah berbadan hukum ada 44 BUMDes.

Legalitas badan hukum, imbuh dia, sangat penting karena bisa bergerak, terutama ketika berhubungan dengan perbankan atau kolaborasi dengan pelaku usaha lainnya.

Selain berdialog dengan para pelaku usaha dari BUMDes, Teten Masduki juga mengunjungi sejumlah sekolah binaan perusahaan rokok terbesar di Kudus itu, mulai dari SMK Raden Umar Said yang terkenal dengan sekolah animasi hingga SMK yang dikenal dengan sajian kulinernya.