Menkop: Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Cegah Kredit Macet UMKM

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional dampak wabah pandemi covid-19 untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)sangat diperlukan. Hal ini nantinya membuat permintaan di pasar agar tidak berpotensi kredit macet.

“Paling penting sisi demand juga terpukul, walaupun dana digelontorkan kalau demand nya tidak di-create maka akan menyebabkan potensial kredit macet,” kata Teten dalam satu diskusi online dengan KoinWorks, Jumat (12/6/2020).

Lanjutnya, saat ini pemerintah sedang menggalakkan program Bangga Buatan Indonesia, baik di lingkungan Kementerian, Lembaga, Koperasi dan masyarakat.

“Tahun ini ada alokasi anggaran untuk belanja Rp 1.100 triliun, jadi kalau Rp 400 triliun itu bisa dibelanjakan untuk produk UMKM saya kira bisa membantu. Dengan bantuan sosial yang diberikan ke masyarakat, maka akan memperkuat daya beli, apalagi sekarang bersamaan dengan adanya sembako murah,” ujarnya.

 

 

Pengalaman Saat Menjadi KSP

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Maka dari itu, menurut Menteri Teten, sangat penting untuk membuat demand. Ia pun berbagi cerita dalam 5 tahun terakhir waktu dirinya sebagai mantan Kepala Staf Presiden, ia sering memperhatikan faktor-faktor ekonomi makro.

Lalu ia mendapati bahwa  faktor domestik lebih besar karena pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak dipengaruhi konsumsi masyarakat dan juga belanja pemerintah.

“Sebenarnya dengan market yang begitu besar 250 juta penduduk Indonesia, kalau ini distimulir daya belinya sehingga konsumsi naik saya kira bisa bertahan, ya mungkin berbeda dengan negara yang ekonominya bergantung pada ekspor,” katanya.

Saat ini pihaknya sedang fokus pada bagaimana mengimplementasikan kebijakan-kebijakan pemerintah terkait Pemulihan Ekonomi Nasional dampak covid-19.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: