Menkop harap UMKM bisa menggeliat di hotel berbintang

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa masuk dan menggeliat di sektor hotel berbintang.

Menurut Teten, hal tersebut merupakan salah satu cara yang efektif memperkenalkan produk UMKM untuk bisa bersaing dengan produk lainnya.

"Ini bagus untuk memasarkan produk kita, UMKM yang biasanya dijual di emperan, di warung biasa, tapi dengan begini UMKM tidak dianggap jelek oleh tamu hotel," kata Teten saat penandatanganan MoU Smesco dan Hotel Papandayan di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Dia mengatakan produk-produk UMKM mulai dari hal kecil seperti sabun maupun kopi, dapat dihadirkan di hotel karena kualitasnya tak kalah bagus.

Dengan begitu, para pengunjung hotel yang berasal dari wisatawan berbagai daerah dapat mengenal produk tersebut. Alhasil, produk UMKM itu dapat dikenal hingga ke daerah lainnya.

"Karena produk UMKM masuk ke ekosistem hotel berbintang, berarti UMKMnya naik kelas, ini bukan hanya MoU, tapi ini juga tahapan proses dari kami untuk mendukung UMKM," kata Teten.

Dengan begitu, branding produk UMKM dapat menjadi narasi yang baik sehingga masyarakat dapat lebih memilih produk UMKM.

"Kalau ini semua jaringan hotel berbintang memberi tempat istimewa bagi UMKM, tak lama lagi UMKM akan terus meningkat," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan dua tahun mendatang merupakan masa pemulihan ekonomi.

Sehingga, kata dia, proses kerjasama antara UMKM dan hotel menjadi salah satu agenda yang masuk ke dalam target Pemprov Jawa Barat. Ia pun mengapresiasi UMKM dapat masuk ke industri perhotelan besar.

"Kami sangat menyambut sekali Gernas BBI (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia). Kita masuk industri besar, ini fasenya UMKM," kata Setiawan.

Baca juga: Menkop UKM ajak masyarakat beli produk lokal unggulan Jawa Barat
Baca juga: Teten sebut koperasi bisa jadi model bisnis berbasis UMKM
Baca juga: Teten dorong "new branding" UMKM yang lebih modern