Menkop: Koperasi di Indramayu berminat ikut program Solusi Nelayan

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan sebanyak delapan koperasi dari Indramayu, Jawa Barat, berminat terlibat dalam program Solar untuk Koperasi (Solusi) Nelayan dengan membantu penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi (solar) agar lebih tepat sasaran.

Ke-8 koperasi tersebut adalah Koperasi Perikanan Laut Ngupaya Mina (di daerah Juntinyuat), Koperasi Mina Makmur Lestari (Pabean Udik), KUD Sri Mina Sari (Juntinyuat), KUD Mina Jaya (Karangampe), KUD Baita Mina Lestari (Majakerta), Koperasi Produsen Wana Pantai Tiris (Pasekan), Koperasi Kharisma Mitra Bahari (Cantigi Kulon), dan Koperasi Mangrove Mina Mandiri (Pabean Ilir).

"Saya menyambut baik keinginan sejumlah koperasi nelayan di Indramayu dalam Program Solusi Nelayan," katanya saat meninjau kesiapan program Solusi Nelayan di Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Delapan koperasi yang berminat dalam program Solusi Nelayan dianggap sebagai bentuk ketepatan pemerintah dalam menjawab tantangan pembelian BBM oleh nelayan kecil dan tradisional. Hal tersebut menimbang selama ini mereka membeli BBM dengan harga lebih mahal karena membeli di pedagang eceran.

Program Program Solusi Nelayan melalui koperasi, lanjutnya, hendak mempercepat kehadiran sarana penyaluran BBM bersubsidi di kampung-kampung nelayan.

Dengan total jumlah jumlah perahu nelayan sekitar 400-an dari delapan koperasi tersebut, Teten menganggap penyaluran BBM bersubsidi sudah cukup dilayani dengan satu SPBU nelayan saja.

“Nantinya, koperasi akan menyalurkan BBM bersubsidi hanya kepada nelayan kecil dan tradisional yang sudah terdata dan selanjutnya termonitor ke dalam sistem digital. Sehingga, lebih tepat sasaran, tidak menyulitkan nelayan, dan secara bisnis akan lebih efisien untuk para nelayan,” ucap Menkop.

Lebih lanjut, Teten menyampaikan pesan bahwa penyaluran BBM bersubsidi harus tepat sasaran dan tak menyimpang. Sejumlah syarat penerima bantuan Program Solusi Nelayan antara lain hanya untuk kapal ukuran 10 Gross Ton (GT) ke bawah hingga nelayan wajib menjadi anggota koperasi.

"Kebutuhan para nelayan akan tercatat secara digital dan terkoneksi dengan platform MyPertamina. Selanjutnya, PT Pertamina (Persero) akan melakukan pengecekan kesesuaiannya hingga Desember 2022 akan dilakukan piloting di tujuh daerah di Indonesia, salah satunya di Indramayu,” ungkap dia.


Baca juga: Teten: Program solar untuk koperasi nelayan di Surabaya siap uji coba
Baca juga: Pemprov Kalsel berencana subsidi solar Rp1.000/liter untuk nelayan
Baca juga: Menteri Trenggono gandeng Menkop agar koperasi sediakan solar nelayan