Menkop Teten ajak pelaku industri modifikasi otomotif berkoperasi

·Bacaan 2 menit

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop dan UKM) Teten Masduki mengajak para pelaku industri otomotif, khususnya pelaku usaha modifikasi atau sepeda motor kustom, untuk berkoperasi agar menjadi kekuatan ekonomi baru yang besar dan merata di berbagai daerah.

Pelaku usaha modifikasi sepeda motor ini dinilai menjadi salah satu bagian dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masa depan di Indonesia karena berbasis kreativitas dan inovasi.

"Jadi ini menjadi potensi yang besar di tengah pandemi. Karena saat ini yang memiliki daya beli itu middle up, sehingga harus digarap dengan produk-produk kustom yang high end product ,” ungkapnya dalam acara Kustomfest 2021 yang diselenggarakan oleh PT Pegadaian sebagaimana dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu.

Model bisnis modifikasi sepeda motor yang dikemas dalam bentuk koperasi dianggap dapat menumbuhkan center of excellence di berbagai daerah, sehingga Indonesia akan memiliki kekayaan komunitas yang kreatif dan lebih luas.

Dengan terhimpun ke dalam koperasi, kata dia, para pelaku industri otomotif dapat menjadi agregator proyek pekerjaan yang lebih besar. Sementara pengerjaan modifikasi dan kebutuhan setiap komponen dapat disebar ke bengkel-bengkel spesifik.

Baca juga: Teten: Modifikator otomotif harus kreatif agar berdaya saing global

Adanya koperasi juga akan mempermudah akses pembiayaan dari hulu, produksi, hingga pemasaran. Misalnya akses pembiayaan bunga ringan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang saat ini diarahkan untuk memperkuat koperasi produksi.

Dari sisi pemasaran, lanjut dia, penyerapan produk akan lebih terjamin karena koperasi yang menjalin kerja sama dengan offtaker, misalnya dengan Pegadaian yang menyediakan kredit pembelian kendaraan bermotor kepada konsumen.

"Dari segi pembiayaan, sisi produksi bisa memakai KUR (Kredit Usaha Rakyat) atau pakai dana koperasi. Tapi untuk listing company (pendaftaran saham perusahaan ke bursa efek) bisa memanfaatkan Pegadaian, jadi orang tidak harus beli cash (tunai) kan,” ujar Menkop.

Pada kesempatan itu Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan kegiatan itu merupakan salah satu upaya bermitra, sekaligus memberikan kesempatan kepada UMKM untuk dapat tumbuh dan bergerak maju.

"Ini juga sejalan dengan program pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendorong lahirnya koperasi dengan produk unggulan yang memiliki daya saing nasional dan global," ucap Kuswoyoto.

Baca juga: Pacu industri otomotif, Menperin lihat peluang modifikasi kendaraan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel