Menkop Teten sebut merek lokal harus punya karakter sendiri

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan bahwa pelbagai merek lokal harus mempunyai karakter tersendiri sehingga bisa tampil mewarnai ketika masuk ke dalam pasar internasional dan mampu bersaing secara setara.

“Budaya yang kaya bisa menjadi modal inspirasi bagi brand lokal untuk tampil berbeda dengan misalnya brand-brand di Paris (Perancis), berbeda dengan brand-brand di Amerika, dan lain sebagainya. Jadi kita punya ciri khas,” ucap Teten saat menghadiri pembukaan Fashion Show Pintu Inkubator di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu.

Lebih lanjut, ia mendorong merek-merek lokal di Indonesia masuk ke ekosistem bisnis fesyen global sehingga terkoneksi ke pasar yang lebih luas.

Meskipun banyak merek ternama bermunculan di pasar global, kata dia, hal tersebut tak boleh menjadi hambatan bagi jenama lokal tanah air untuk bersaing secara sehat.

“Yang penting bagaimana brand-brand lokal ini bisa memperkaya industri fashion dunia dan kita juga punya karakter tersendiri, punya style sendiri, sehingga ketika betul-betul masuk ke pasar global kita punya market sendiri. Di situlah kreativitas diperlukan,” ungkap Teten.

Pada kesempatan tersebut, Lakon Indonesia menyelenggarakan acara Fashion Show Pintu Inkubator di Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) Fashion Tent La Piazza Sumarecon Mal Kelapa Gading. JF3 merupakan salah satu festival fesyen yang paling bergengsi di Indonesia terutama di Jakarta.

Lakon Indonesia merupakan usaha yang mewadahi seluruh pelaku bisnis Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) nan memiliki potensi untuk masuk pasar ritel kelas menengah.

Pendiri Lakon Indonesia Theresia Mareta mengatakan ada tujuh merek lokal yang tampil dalam festival fesyen, yaitu Nona Rona, Riskya Batik, Oemah Etnik, Tailof Moon, WGB (Wah Gede Banget), Tepa Selira, dan Maria Adiputri.

“Mereka presentasi di panggung Run Way sebagai proses kurasi tahap ketiga. Dari tujuh ini akan dipilih tiga yang terbaik yang kami nilai sudah cukup siap untuk maju ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Nantinya, dinyatakan ada program inkubator pada Oktober 2022 yang diikuti tujuh merek terpilih. Para peserta tersaring akan lebih dipersiapkan untuk mengikuti pameran internasional di Paris pada Maret 2023

Dari tujuh merek tersebut masih akan ada proses kurasi hingga terpilih tiga merek mewakili Indonesia di Paris.

“Jadi satu persatu kita lengkapi. Memang perlu proses yang cukup lama karena tidak bisa instan, mereka juga perlu waktu menyerap pengetahuan yang diberikan dan menerapkannya dalam brand mereka,” kata Theresia.


Baca juga: Teten minta "internet marketer" dorong UMKM masuk ekosistem digital
Baca juga: Pemerintah perkuat implementasi UU Ciptaker pangkas kendala izin usaha
Baca juga: Menteri Teten: Program Pahlawan Digital UMKM 2022 resmi dibuka