Menkop UKM Ingin Pariwisata RI Tak Hanya Unjuk Simbol Tradisional

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah tidak lagi ingin selalu menunjukkan sisi tradisional terhadap sektor pariwisata Indonesia. Untuk itu pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menjual simbol-simbol kesukuan semata.

Hal ini dikatakan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki saat memberikan sambutan di acara Karya Kreatif Indonesia 2021: Eksotisme Lombok yang digelar Rabu, 3 Maret 2021.

Atas dasar ini, Teten menegaskan, sudah saatnya sektor pariwisata menonjolkan bagaimana baiknya perkembangan Indonesia sebagai salah satu negara yang semakin modern.

"Karena itu new branding terhadap yang selama ini Indonesia dilihat sebagai negara agraris, selalu yang ditampilkan itu suku-suku, simbol-simbol tradisional tapi justru sekarang kita menampilkan simbol-simbol Indonesia yang modern," tutur dia.

Baca juga: Wapres Ma’ruf Kaget soal Perpres Miras hingga Temui Jokowi 4 Mata

Di samping itu, dia menekankan, sektor pariwisata ke depannya tidak hanya bisa menjual eksotisme alam yang dimilikinya saja. Melainkan dapat mengelaborasikannya dengan produk-produk UMKM berteknologi tinggi.

"Termasuk pariwisata, saya kira bukan hanya sekadar untuk jual ekosistem meski kita punya keunggulan di sana tapi kita harus mulai menghadirkan produk-produk UMKM yang unggul berbasis inovasi teknologi," ujar Teten.

Untuk itu, Teten menekankan, modernisasi yang terus berkembang pesat di Indonesia harus bisa merangkul unsur-unsur kebudayaan yang sudah sangat kuat dimiliki oleh Indonesia dan juga sudah banyak dikenal dunia.

"Saya kira kita harus branding negeri kita sebagai negeri yang menuju modernisasi dan tentu tetap juga tidak meninggalkan budaya kita yang sangat kuat. Jadi di Lombok saya kira mungkin bisa hadirkan tourism yang berbasis pengembangan teknologi," ucapnya.

Di sisi lain, dia melanjutkan, untuk bisa menunjang modernisasi pariwisata, UMKM Indonesia tidak lagi hanya menjual produk-produk kerajinan tangan saja, melainkan bertransformasi dengan basis teknologi.

"Bahwa UMKM kita jangan hanya membuat keripik, akik batik, tapi harus mulai transformasi ke produk-produk berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing produk UMKM kita," tutur Teten.