Menkop UKM ungkap keuntungan bila usaha besar bermitra dengan UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan perusahaan berskala besar bisa mendapatkan banyak keuntungan apabila menjalin kemitraan dengan UMKM.

“Bagi usaha besar dan BUMN, ada banyak keuntungan bermitra dengan UMKM, seperti biaya produksi lebih rendah, ada insentif pajak, upah minimum, jadi ini dimanfaatkan,” ungkap Teten Masduki dalam Forum Kemitraan UKM/IKM dengan BUMN di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis.

Teten mengingatkan bahwa UMKM dapat menjadi bagian dari industrialisasi. Sehingga apabila industrinya berkembang, UMKM akan ikut berkembang, begitu pun dengan usaha besar, apabila tumbuh maka UMKM-nya juga akan tumbuh bersama sehingga UMKM tak tertinggal di bawah.

Selain itu, melalui kemitraan tersebut beban risiko yang timbul tidak semuanya dibebankan kepada usaha besar namun dibagi bersama dengan mitra. “Ini juga merupakan upaya kita untuk menyiapkan Indonesia menjadi empat kekuatan besar di dunia,” ungkap Teten.
Baca juga: Pengusaha dukung kemitraan inklusif dorong UMKM naik kelas

Untuk itu, Teten memberikan syarat agar pelaku UMKM meningkatkan standar mutu produknya dengan masuk ke produk-produk berbasis kreatifitas dan teknologi agar semakin diminati perusahaan BUMN dan usaha besar. “Jangan terus-terusan bikin kripik, akik, batik seperti itu,” tegasnya.

Teten turut menyampaikan rendahnya kontribusi ekspor UMKM Indonesia yang baru mencapai 15,5 persen, yang mana capaiannya sangat jauh dibandingkan China yang kontribusi ekspor UMKM sebesar 70 persen, kemudian Jepang dan Korea kontribusi ekspor UMKM-nya sebesar 60.

Kemudian saat ini, UMKM Indonesia yang terhubung dengan rantai pasok global baru mencapai 4,1 persen, berbeda dengan Vietnam yang mampu menyentuh 46,2 persen UMKM terhubung dengan rantai pasok global.

Untuk itu, Teten menyatakan pihaknya bakal berjuang dan meminta Presiden Jokowi untuk mendorong kemitraan dengan BUMN agar kontribusi UMKM dapat lebih baik ke depannya.

Baca juga: Kemenkop adakan kegiatan konsolidasi kemitraan UKM dengan agregator