MenkopUKM minta Creative Center Majalengka lahirkan entrepreneur baru

Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki meminta adanya gedung Creative Center di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dapat melahirkan entrepreneur baru di daerah itu, sehingga perlu perencanaan yang matang.

"Saya berharap gedung Creative Center Majalengka ini bisa dikelola dengan baik, dan harus bisa melahirkan banyak entrepreneur baru di Majalengka," kata Menteri Teten di Majalengka, Rabu, saat menghadiri acara peresmian gedung Creative Center Majalengka.

Teten menegaskan pembangunan gedung Creative Center di berbagai daerah, harus mampu melahirkan banyak enterpreneur lokal, termasuk memiliki 'nyawa' dalam pengembangan dan pemberdayaan usaha pelaku UMKM.

Untuk itu, Menteri Teten mendorong adanya perencanaan yang matang bagi Creative Center Majalengka untuk melahirkan banyak entrepreneur baru di daerah itu.

Menurutnya Creative Center ini harus dilengkapi berbagai sarana, bukan hanya sarana bermain dan seni budaya, tapi ada konsultasi dan pendampingan usaha. Selain itu juga harus ada pelatihan teknik dan manajerial, ada pengurusan sertifikat perizinan, dan juga inkubasi bisnis yang harus disiapkan, hingga sarana promosi dan pemasaran produknya.

"Saya berharap Majalengka Creative Center bisa dikelola dengan baik, harus bisa mendorong kegiatan usaha kreator lokal," tuturnya.

Ia menambahkan selain itu, juga harus bisa dikerja samakan, karena banyak Co-Working Space atau Creative Center dibangun, tapi tidak ada nyawanya, nanti gedungnya kosong. Oleh karena itu, harus dikerjasamakan dengan komunitas kreatif.

MenkopUKM pun berharap Creative Center ini betul-betul melahirkan Local Champion Majalengka, termasuk aktivasi ruang ekspresi lainnya seperti bermusik, pameran seni, hingga kuliner khas majalengka.

"Saat ini, persaingan global bisa dimenangkan oleh tingkat kreativitas masyarakatnya, serta oleh inovasi yang kita kembangkan," katanya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, pembangunan Creative Center untuk memberikan ruang kreasi dan mendapatkan ilmu pengetahuan bagi kalangan anak muda.

"Creative Center harus bisa berkreasi, tidak hanya di bidang seni budaya, tapi juga ekonomi kreatif. Dua fungsi ini harus terus kita kembangkan dalam kreasi dan inovasi," katanya.

Baca juga: Menkop Teten pastikan 2023 tidak ada lagi BLT buat UMKM

Baca juga: Teten: Koperasi tak bisa lagi rampok uang anggota dengan modus pailit