Menkumham: 2013, Fokus Pada Rehabilitasi Pemakai Narkoba

Padang (ANTARA) - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin di Padang, Sabtu, mengatakan pada tahun ini pihaknya akan memfokuskan pada rehabiltasi pemakai narkoba.

Namun, kata Amir Syamsuddin, Kementerian Hukum dan HAM tidak akan memberi kesempatan bagi pecandu sekaligus pengedar narkotika untuk rehabilitasi.

Menurut dia, bagi pemakai narkoba tempatnya bukan dipenjara, melainkan harus direhabilitasi. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Kementerian Hukum dan HAM akan menggandeng Kementerian Kesehatan dalam melakukan rehabiltasi para pemakai narkoba tersebut," ujar dia.

Ada baiknya setiap rumah sakit umum yang ada di Indonesia, kata Amir Syamsuddin, dapat menyediakan ruangan untuk rehabiltasi bagi pemakai narkoba.

"Tidak seperti sekarang ini panti-panti rehabiltasi sangat terbatas dengan jumlah penghuni yang sudah dipenuhi para pencandu narkoba," ujar dia.

Dia mengatakan bahwa saatnya memisahkan mereka, harus ada keteria yang jelas antara pelaku menjadi pemakai dan pelaku yang melakukan kegiatan, seperti memproduksi dan bandar narkoba.

"Ke depan ini harus memberikan batas yang jelas dalam persoalan narkoba tersebut sehingga bisa untuk melakukan rehabilitasi," ujar dia.

Penyidik, kata dia, dalam hal ini pihak kepolisian agar teliti dan hati-hati dalam menetapkan pasal-pasal yang digunakan pada pelaku penyalahgunaan narkotika.

"Tidak mudah bagi pihak kepolisian dalam menetapkan pasal-pasal yang menjerat pelaku penyalahgunaan narkotika, sangat diperlukan ketelitian dan hati-hati," kata dia menegaskan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat Sudirman D. Huri menyatakan untuk menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba perlu ada koordinasi antara pihak pemerintah, kepolisian, dan lainnya.

"Faktor keluarga dan lingkungan sekitar merupakan yang utama untuk turut diawasi. Jangan sampai menjadi lahan peredaran narkoba yang jelas-jelas merusak generasi bangsa," tuturnya.

Menurut Sudirman, ancaman penjara bagi pemakai dan pengedar narkoba tidaklah cukup. Akan tetapi, yang paling efektif adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman secara komprehensif kepada generasi muda, terutama para pelajar tentang bahaya narkoba.

"Harus ada penyadaran sehingga mereka (generasi muda) tidak terjerumus dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba," katanya.

Di samping itu, lanjut Sudirman D. Huri, harus ada suatu lembaga di Sumbar sebagai tempat rehabilitasi mereka yang terjerumus menggunakan narkoba.

"Mereka yang terjebak menggunakan narkoba tidak tahu ke mana harus berkonsultasi untuk melepaskan diri dari ketergantungan barang terlarang tersebut," katanya.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.